Tampilkan postingan dengan label Ingsun punya berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ingsun punya berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2009

Perginya Sang Penyair Religius


BANGSA Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Seorang budayawan besar yang tiada tanding. Wilibrordus Surendra Broto Rendra atau lebih dikenal dengan WS Rendra dan belakangan berganti nama menjadi H Wahyu Sulaiman Rendra, seorang dari tiga penyair besar yang dimiliki Indonesia, disamping Chairil Anwar, dan Sutardji Calzoum Bachri, telah berpulang keharibaan ilahi di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (6/8) pukul 22.10 WIB pada usia 73 tahun.

Penyair dan dramawan pendiri Bengkel Teater Rendra yang sudah malang melintang di dunia kesenian sejak tahun 1952 itu meninggal setelah lebih dari sebulan dirawat akibat serangan jantung koroner di sejumlah rumah sakit, atau dua hari setelah meninggalnya seniman fenomenal Mbah Surip yang tiba-tiba melejit namanya di blantika musik Indonesia lewat lagu, Tak Gendong. Meski Mbah Surip dimakamkan di komplek Bengkel Teater milik Rendra di Depok, tapi WS Rendra tak sempat melayat karena sedang dirawat di rumah sakit sampai meninggalnya kemarin.

Ada satu pesan mendalam disampaikan budayawan Emha Ainun Najib yang memimpin doa di depan jenazah WS Rendra saat disemayamkan di Bengkel Teater Rendra di Desa Cipayung, Depok, Jumat (7/8). Kepada satu stasiun TV Emha menekankan, WS Rendra bukanlah jasadnya atau fisiknya, karena semua itu akan kembali ke bumi, tetapi karya-karyanya yang akan terus dikenang dan diabadikan.

Pesan penyair Emha itu mengandung makna religius yang mendalam, bahwa manusia diciptakan dari tanah dan akan dikembalikan ke tanah atau bumi, yang akan menjadi bagiannya ulat-ulat di tanah. Sepertiga diri manusia lainnya berupa ruh akan kembali ke Allah, dan sepertiga lainnya bagi dirinya berupa amal sholeh.

Karya-karya penyair berjuluk sang "Burung Merak" tak akan pernah kembali bumi, tetapi dia akan terus dikenang dan menjadi pelajaran tentang kearifan/religiusitas kehidupan.
Seperti tertulis dalam salah satu syairnya, "...Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh/Hidup adalah untuk mengolah hidup/bekerja membalik tanah/memasuki rahasia langit dan samodra/serta mencipta dan mengukir dunia/Kita menyandang tugas/kerna tugas adalah tugas/Bukannya demi sorga atau neraka/tetapi demi kehormatan seorang manusia...dst".

Dari puisi tersebut, terutama pada syair pertama menunjukkan kedalaman religiusitas WS Rendra. Sebuah pengakuan bahwa tidak pada tempatnya manusia untuk mengeluh dan mengaduh, karena ini akan menjadi tempat masuknya penguasa gelap. Dengan tidak mengeluh dan mengaduh, artinya manusia mengakui Allah adalah Maha Mengetahui dan Melihat, Maha Agung, Maha Kaya, dan maha lainnya seperti tercantum dalam 99 asmaul husna.

Kita telah kehilangan seorang penyair yang bukan hanya lantang menyuarakan ketidakadilan....tetapi juga seorang penyair yang religius. Ini tercermin dari puisi Rendra, berjudul "Titipan", "...Sering kali aku berkata, ketika seorang memuji milikku/bahwa sesungguhnya ini hanya titipan/bahwa mobilku hanya titipan-Nya/bahwa rumahku hanya titipan-Nya/bahwa hartaku hanya titipan-Nya/bahwa putraku hanya titipan-Nya/tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya/mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?/Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini ?/Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?/Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Dari dua puisi itu saja sudah menunjukkan betapa hausnya seorang WS Rendra didalam pencarian jati dirinya untuk pada saatnya bisa bertemu dengan Tuhannya. Kita hanya bisa berdoa, semoga Rendra bertemu dengan Sang Pemilik TITIPAN sejatimu di alam sana. Sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga untuk kita teladani. (ahmad suroso)

Rabu, 29 Juli 2009

tribun/hadi maulana
BANTUAN PEMBACA - Aku selaku Repdel Tribun Batam menyerahkan bantuan yang terkumpul dari rekening Dompet Pembaca Tribun Rp 3 juta kepada Arif Pratama, bocah penderita Talasemia dan kedua orangtuanya di rumahnya, Batuaji, Batam, Rabu (29/7).

==Pasien Talasemia Terima Bantuan Pembaca Tribun==

Tiap Hari Tanpa Baju, Tidur di Kasur Basah

ARIEF Pratama (6,9) bocah penderita Talasemia atau penyakit kelainan darah yang sempat dirawat di ruang anak-anak RSUD Batam dan sekarang dirawat di kediamannya di Perumahan Taman Lestari Blok C Nomor 1 Batuaji terlihat sedikit segar dan bersemangat. Bocah yang kesehariannya tidak mau memakai pakaian alias telanjang, Rabu (29/7) sekitar pukul 13.50 Wib terlihat pakai celana.

SANTI Dewi, ibu Arief menuturkan, seperti itulah keseharian Arief. "Tidak mau mengenakan pakaian. Alasannya gerah. Ini aja saya kaget, dia mau memakai celana," kata Santi ditemani suaminya, Zurkarman, saat menerima kunjungan kru Tribun Batam. Kunjungan dimaksud untuk menyerahkan bantuan senilai Rp 3 juta dari pembaca Tribun Batam yang disalurkan melalui nomor rekening Dompet Pembaca Tribun di Bank BCA Batam.
Wanita kelahiran Padang ini menambahkan, biasanya Arief mengenakan pakaian bila dia ingin bermain keluar, itupun terbilang jarang sekali. Karena kondisinya yang tidak mendukung.

"Jika dia ingin bermain keluar dengan teman-teman sebayanya, baru dia mau mengenakan pakaian, itupun tidak lama, paling lama 15 menit hingga 30 menit. Karena dia mudah capek. Dan itupun usai tranfusi baru bisa bermain. Jika seminggu menjelang mau tranfusi, Arief tidak bisa apa-apa. Jangankan untuk bermain, bergerak dari tempat duduknya saja tidak bisa," paparnya.

Senada diungkapkan Zulkarman. "Tidur saja pak, kasur yang digunakan Arief harus dibasahin terlebih dahulu. Bahkan didekatnya harus disiapkan sebaskom kecil air dilengkapi handuk. Handuk dan air itu dipakai untuk membasahi sekujur tubuhnya. Sebab jika tidak begitu, dia tidak bisa tertidur meskipun sudah dilengkapi dengan kipas angin," terang Zulkarman.

Buruh serabutan di sebuah perusahaan galangan kapal yang ada di Batam ini juga mengungkapkan, selain telanjang, Arief juga kerap berendam didalam bak mandi bila merasa kepanasan.

"Biasa lagi asyik-asyik menonton, tiba-tiba saja dia menuju kamar mandi dan berendam di dalam bak kamar mandi, setelah itu baru dia berkata, 'Arief mulai segar sekarang'," terang ayahnya.

Arief yang berada di pangkuan ibunya hanya bisa tersenyum. Sesekali saat ditanyai Tribun apakah ke depan dirinya mau bersekolah, Arief menjawab tidak. Arief sebelumnya pernah masuk di Taman Kanak-kanak (TK), namun tidak berlangsung lama, dia mengaku kepada kedua orangtuanya fisiknya tidak kuat dan minta berhenti.
Terharu dapat bantuan

Zulkarman dan Santi Dewi nampak terharu saat menerima bantuan yang diserahkan Redpel Tribun Batam Ahmad Suroso yang didapat dari bantuan pembaca Tribun melalui nomor rekening Bank BCA KCP Nagoya, Batam, nomor 340-3455-560.

Bahkan Santi Dewi menyebutkan, Ia terasa bermimpi mendapatkan bantuan ini. "Alhamdulillah, mungkin semua ini berkat doa kami berdua dan Arief, kemarin usai diberitakan Tribun Batam, kami mendapatkan bantuan dari ANTV Peduli, sekarang dari pembaca Tribun Batam, kami sangat berterimakasih sekali," paparnya.

Zulkarman mengungkapkan, uang ini setengahnya akan disimpan untuk biaya sewaktu-waktu akan dilakukan operasi Arief, sedangkan sisanya lagi untuk membeli obat terapi herbal yang baru dicoba usai mendapatkan bantuan dari ANTV Peduli kemarin. "Mudahan-mudahan bantuan ini awal dari bantuan yang lainnya, sehingga Arief bisa secepatnya dioperasi," harap Zulkarman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dokter yang menangani pasien Arief Partama, Dr Herman kepada Tribun menyebutkan penyakit yang diderita Arief merupakan penyakit turunan atau yang berasal kedua orangtuanya yang membawa sifat talasemia. Dalam hal ini kemungkinan yang terjadi pada anak yang dilahirkan adalah 25 persen talasemia mayor, 50 persen carrier (pembawa sifat) dan 25 persen sehat.

"Setiap kehamilan dari pasangan, terdapat kemungkinan satu berbanding empat bagi anak mereka untuk menderita talasemia mayor, dua banding empat kemungkinan anak membawa gen talasemia (carrier) dan satu banding empat kemungkinan anak berdarah normal dan tumbuh sehat," terang Herman.

Menurutnya, bagi sebagian besar orangtua, mempunyai anak yang menderita talasemia merupakan beban sangat berat, baik moral maupun material. Sebab selain harus terus memonitor tumbuh kembang si anak, biaya yang dibutuhkan untuk transfusi darah juga tergolong mahal, bisa menghabiskan jutaan rupiah tiap bulannya.

"Talasemia atau merupakan penyakit kelainan darah yang bersifat menurun (genetik). Pada keadaan ini, sel darah merah yang dihasilkan tubuh tidak normal dan pecah lebih cepat dari sel darah merah normal. Akibatnya, sepanjang hidupnya penderita, terpaksa bergantung pada pasokan darah donor agar dapat memperpanjang hidupnya," terangnya. ***

Sabtu, 03 Januari 2009

Hidup Kami (Warga Gaza) seperti Binatang


Foto:AFP
DEMO DI ISRAEL - Seorang bocah perempuan ikut demo bersama sekitar 100 ribu warga Arab yang tinggal di Israel pada unjuk rasa menentang serangan udara Israel dan roket Hamas, di Kota Kasthin, Israel, Sabtu (3/12).
==Kesaksian Penduduk Jalur Gaza --
Hidup Kami seperti Binatang

PEMBOMAN Israel ke wilayah Jalur Gaza memasuki hari ke delapan Sabtu kemarin (3/1/09). Penduduk Gaza yang tewas terus bertambah menjadi 525 tewas dan 2.250 luka-luka. Untuk mengetahui situasi di Gaza dan bagaimana serangan brutal Israel mempengaruhi kehidupan penduduk Jalur Gaza yang berjumlah 1.5 juta, kantor berita Al Jazeera mewawancarai sejumlah warga Gaza. Berikut ini kesaksian mereka.

Majed Badra, 23, mahasiswa di Universitas Islam Gaza.
Situasi kota Gaza sangat buruk dan tidak menguntungkan. Karena serangan Israel semakin banyak mengenai sasaran rumah-rumah penduduk, masjid, dan universitas. Mereka lebih fokus pada warga sipil.
Tidak ada lagi penduduk yang bekerja di Gaza, dan tidak ada yang kami kerjakan. Kami hanya tinggal di dalam rumah bersama keluarga. Setiap keluarga di Gaza melakukan hal yang sama.
Kami gunakan untuk mendengar serangan udara, dan kami tidak mempunyai cara untuk melindungi diri. Kami hanya tinggal di dalam rumah, mendengar berita di mana Israel melakukan serangan, mendengar suara jet F16 dan helikopter Apache Israel menembak sasaran sambil menunggu apa akan terjadi. Kami tidak siap untuk berperang. Mereka menyerang warga sipil dan anak-anak dan tidak peduli kita bersenjata atau tidak.

Majed, Kota Gaza

Kemarin, rumah adik saya jadi korban serangan Israel. Semua kamar hancur kecuali dapur, tempat dia dan anak-anaknya sembunyi. Allah melindungi mereka.
Dunia melihat orang-orang tak bersenjata Palestina seolah-olah mereka adalah bangsa dengan tentara, seolah-olah kita sama dengan Israel. Mereka berpikir kami mempunyai roket yang menyebabkan banyak kerusakan atau memiliki pengaruh besar. Padahal hal itu tidak benar. Kami yang tidak memiliki apa-apa itu telah menjadi korban serangan Israel di Gaza.
Mengapa tentara Israel menyerang saya universitas dan rumah-rumah dan masjid? Saya tidak tahu jawabannya. Anda harus menanyakan ke mereka (Israel-red). Hari-hari mendatang akan sangat buruk. Akan ada lebih banyak kematian. "

Nida 'Aniss Abu al-Atta, 26, Gaza City, petugas proyek
Semula anak-anak berfikir sedang ada perpecahan baru antara pendukung Hamas dan Fatah. Mereka takut dan mulai menangis dan berlari ke ibu-ibu mereka. Saya merasa marah dengan pemandangan di internal Palestina. Mereka tidak dapat bersatu bahkan sebelum tragedi ini.
Saya benci dengan jalan pikiran pemimpin Hamas yang mencoba mengklaim bahwa kami dapat menghadapi mesin-mesin perang militer yang mengerikan. Orang-orang Palestina sedang berdarah- darah dan berteriak "cukup". Bahkan Presiden kami (Mahmoud Abbas) tidak berdaya yang membuat kami sakit, dan kehilangan kepercayaan pada siapapun.
Saya tidak terlalu berharap pada masyarakat internasional, dunia Arab dan Islam. Bagaimanapun juga mereka tidak akan mampu menolong kami, kalau hanya berteriak dan membakar bendera.

Hamoudi, Tal el Hawa
"Lebih dari tiga gedung telah rata tanah di daerah tempat saya. Dua tetangga saya terbunuh saat mereka berjalan kembali dari sekolah - Yasmeen (16) dan saudara perempuan, Haneen (15). Mereka gadis-gadis tak berdosa.
Di rumah saya, dimana saya tinggal bersama saudara-saudara saya, kakak dan adik perempuan yang masih berumur delapan bulan, kami tidur dalam kegelapan karena tiadanya aliran listrik. Biarkan mereka tahu yang yang terjadi pada abad ke-21 ini, sementara seluruh dunia hanya menonton, dan diam saja. Saya terkejut, betapa murahnya darah orang-orang Palestina.

Amin Asfour, Gaza City, dokter di rumah sakit umum
Situasi di sini sangat sulit. Mereka membidik kita dari mana-mana, semua menjadi target, militer atau bukan. Mereka menggunakan segala jenis bom. Beratnya sampai 500 kg dan dapat menghancurkan bangunan 15 lantai, seperti gempa bumi. Semua orang hidup dalam ketakutan. Anda tidak akan pernah tahu sasaran serangan mereka (Israel).
Kami hanya bisa menunggu bom-bom berikutnya jatuh dan apakah akan mengenai kita atau tetangga. Ini perang. Di rumah sakit, persedian obat-obatan kian menipis, namun kami harus bekerja dengan apa yang kami miliki. Kami kehilangan banyak peralatan dan perlengkapan kerja kami yang sudah kuno Namun para dokter tetap bekerja keras, tidak terpengaruh oleh situasi yang mencekam.

Ghada Snunu, 30, Gaza City, pekerja hak asasi manusia
Apa yang terjadi di sini sungguh luar biasa, benar-benar malapetaka. Kami seperti hidup dalam mimpi. Kami takut dengan nasib diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang kami sayangi. Sepanjang hidup saya, belum pernah merasakan perasaan yang seburuk ini.
Anak-anak, dan keponakan perempuan keponakan saya sangat ketakutan. Mereka bersembunyi di bawah tempat tidur, dan dalam situasi seperti sekarang, saya sama sekali tidak dapat menolong mereka, kecuali menghibur dengan nyanyian yang menyejukkan mereka.
Dunia harus mengambil sikap tegas dan konkret untuk untuk mengakhiri kekerasan terhadap orang-orang kami. Saya sangat marah dengan dunia - kami hanya mendengar kata-kata dan tidak ada tindakan, tidak ada perubahan nyata. Cukup, kita sakit hanya mendengar kata-kata bahkan dari negara-negara Arab.
Hidup kami di Gaza sudah seperti binatang - walaupun mungkin binatang yang kondisinya yang lebih baik. Kami tidak memiliki obat-obatan, makanan, memasak gas, bahan bakar, dan kekuatan. Kami tidak menikmati listrik selama seminggu terakhir ini.
Kondisi psikologis setiap orang di Gaza sangat buruk, apa yang terjadi di sini mendorong kami putus asa. Saya merasa tertekan, sakit dan bosan dengan segala yang terjadi di sekitar kami, di samping karena perseteruan internal orang-orang Palestina antara Hamas dan Fatah.
Meskipun kami berada di bawah kepungan dan serangan yang sedang berlangsung, Hamas dan Fatah masih berjuang. Ini adalah waktu bagi mereka untuk kembali bersatu dan bekerja bersama-sama dan mengakhiri keadaan yang telah memburuk ini.
Pada mulanya saya berpikir bahwa Israel menargetkan Hamas, tetapi kemudian saya melihat rumah-rumah dan gedung dan jalan juga hancur, dan orang-orang tak berdosa tewas dan terluka. Sekarang saya pikir Israel menargetkan Gaza dan bukan Hamas. Ini adalah pembantaian massal. (ahmad suroso)

Dimuat di Tribun Batam, 4 Januari 2009

Sabtu, 19 Juli 2008

Ada Beruang Menindihku....!

Ginekolog Dr Boyke Berbagi Tips Seks Pasutri

"DOK, saya sekarang kok tidak bisa orgasme," tanya seorang ibu saat konsultasi ke Ginekolog dan konsultan seks Dr H Boyke Dian Nugraha SpOG, MARS.
"Lho kenapa?" tukas Boyke.

"Suami saya sekarang perutnya gendut. Kalau saya lihat dia, saya seperti melihat beruang. Jadi kalau dia menindih saya, saya merasa ada beruang menindihku," celetuk Dr Boyke mengutip pengakuan wanita tersebut.

Cerita lugas yang disampaikan Dr Boyke itu tentu saja memancing gelak tawa peserta seminar "Pentingnya Seks Sehat bagi Pasutri dan Tips Memuaskan Pasangan" yang didominasi kaum hawa, sedikit peserta pria termasuk aku, di Hotel Planet Holiday, Sabtu (19/7).

Apalagi selain memberikan materi, dr Boyke juga memperlihatkan banyak foto-foto pendukung melalui slide show. Mulai dari gambar foreplay hingga penyakit kelamin dari para pria ditunjukkan dengan cukup gamblang oleh dokter bertubuh langsing itu.

Boyke juga mengisahkan pengalaman kliennya seorang pria yang mengaku kehilangan nafsu bercinta dengan istrinya. Pasalnya istrinya tidak merawat badannya, membiarkan payudaranya kerempeng seperti nenek lampir, sementara perutnya melar. "Saat mencumbu istrinya, suaminya mengira perut istrinya itu payudara," ucap seksolog ini sambil tersenyum.

Dari cerita itu, dr Boyke ingin menekankan,untuk meningkatkan gairah seks, maka pasutri harus berusaha menjaga kebugaran tubuhnya. Misalnya untuk mengencangkan otot-otot payudara bisa dilakukan dengan latihan kedua tangan mengangkat barbel 1 kg Untuk menambah kekuatan otot bahu dan dada dengan push up.
Namun ia juga menekankan kebahagiaan hubungan pasutri tidak hanya ditentukan oleh seks. "30 persen memang seks, tetapi yang paling penting dalam perkawinan adalah perhatian dan komunikasi," papar Boyke.

Lebih jauh, ia menjelaskan trik-trik meningkatkan gairah seks dengan gaya jenaka. "Ini bukan gambar pulau Batam!", celoteh Boyke yang disambut derai tawa ketika menunjukkan slide gambar tubuh lelaki terlentang dalam keadaan telanjang, namun disamarkan seperti lukisan. Setelah itu ia menunjukkan slide gambar tubuh perempuan juga dalam kondisi bugil.

Dari kedua gambar itu Ia ingin menunjukkan, dalam berhubungan seks jangan main tembak langsung. Tetapi harus step by step. Misalnya dimulai dari mencium belakang kuping, atau bibir pasangan, karena salah satu titik orgasme adalah bibir, atau dengan belaian tangan di pundak, leher, dada, perut, dan seterusnya. "Jadi jangan langsung 'korek-korek', memangnya dokter kandungan," celetuk Boyke yang disambut derai tawa peserta, termasuk istri Wakil Walikota Batam, Ny Hj Suparti Ria Saptarika.

Dalam berhubungan seks, lanjut pria yang sudah 23 tahun berkeluarga ini, jangan lupakan berdoa. "Mulailah dengan Bismillah, lalu membaca misalnya, Ya allah, saya ingin membahagiakan istri/suami saya. Berilah kami kemampuan untuk bisa memuaskan hubungan seks suami/istri saya".

Dr Boyke juga mengungkapkan pendapatnya soal praktek poligami. Meskipun di televisi sedang tren tema-tema rumah tangga yang berpoligami, Dr Boyke menasehati untuk tidak melakukannya. "Say no to Poligami," tegas pria berkacamata tersebut.

Sebab menurutnya, risiko penyakit kelamin pada wanita seperti kanker leher rahim cukup besar karena suami berganti-ganti pasangan meskipun dalam ikatan pernikahan. "Karena itu setiap kali ada anak-anak saya didekati pria, saya minta mereka tidak dipoligami," imbuhnya .

Selain dr Boyke, hadir pula narasumber lain yakni dr Tjahja Sanggara SpOG yang merupakan dokter kandungan di RS Awal Bros serta instruktur Yoga, Amy Prasetyo yang langsung memperagakan bersama tiga instruktur yoga anak buahnya, contoh-contoh gerakan yoga untuk meningkatkan gairah seks pasutri. (ahmad suroso)

Jumat, 27 Juni 2008

Dua Ribuan Siswa SD di Batam "Tersengat" Listrik



HEMAT LISTRIK -Para siswa SD Theodore National Plus Batam foto bersama panitia roadshow sosialisasi hemat listrik yang diadakan PT PLN Batam bekerjasama dengan Tribun Batam, 20 Juni 2008.

MEMBACA judul tulisan di atas -- mungkin pikiran kita akan terkejut-kejut. Benarkah 2000-siswa SD di Batam tersengat listrik? Jangan ambil kesimpulan negatif dulu. Karena yang akan diceritakan di sini menyangkut aktifitas harian Tribun Batam yang melakukan roadshow bersama PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam ke enam Sekolah Dasar favorit di Kota Batam.

Ya selama sebulan terakhir ini aku bersama Redpel Richard Nainggolan, dan Eddy Mesakh (Manajer Produksi)terjun langsung mengikuti roadshow sosialisasi hemat listrik tersebut. Dimulai dari SD Charitas (28/5), SD Kartini II Jodoh (6/6), SD Djuwita (8/6), SD Theodore National (20/6), SD Yos Sudarso (21/6), dan terakhir di SD Kartini I Sei Harapan Sekupang.

Lalu apa perlunya keliling ke sekolah-sekolah tersebut. Pastinya, bukan untuk mengajar anak-anak atau meliput kegiatan sekolah-sekolah tersebut seperti lazimnya dilakukan wartawan, tetapi untuk mensosialisasikan gerakan menghemat listrik sejak dini di kalangan anak-anak. Istilah PLN, membentuk Generasi Hemat Listrik.

"Dengan menanamkan pemahaman mengenai bagaimana listrik itu dihasilkan, tindakan atau perbuatan yang tidak benar/berberbahaya dalam pemakaian listrik, serta bagaimana menghemat listrik sejak dini kepada anak-anak SD, diharapkan mereka akan menjadi contoh dan bisa mengingatkan orangtuanya atau saudara-saudaranya. Kita menyebutnya Genematrik, Generasi Hemat Listrik," cetus Humas PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam, Ade Sulistiani.

Metode yang ditempuh bukan dengan ceramah, tetapi pemutaran dua film animasi bagaimana energi listrik dihasilkan, dan bagaimana menghemat listrik masing-masing berdurasi sekitar 20 menit, ditambah dengan memberikan kuiz berhadiah seputar kelistrikan.

Dari pengamatan selama enam kali roadshow, ternyata dua film animasi garapan rumah produksi Kreasi Anak Bangsa milik Sutradara beken Garin Nugroho ternyata bukan sekadar menjadi hiburan segar bagi anak-anak tetapi juga unsur edukasi seputar kelistrikan cukup kuat. Terbukti saat film diputar, berkali-kali para siswa tertawa terpingkal-pingkal dan sesekali menyimak secara serius pesan yang terkandung dalam tayangan dua film animasi tersebut.

Setiap roadshow ke sekolah-sekolah tersebut rata-rata diikuti sekitar 300 sampai 400 siswa. Dan boleh dibilang, seusai menyaksikan acara roadshow sosialisasi hemat listrik tersebut, anak-anak yang diharapkan akan menjadi Generasi Hemat Listrik itu puas. Selain merasa terhibur mereka juga mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan soal kelistrikan.

Apalagi semua anak juga bingkisan dari PT PLN Batam berupa brosur, stiker, tabloid, bolpoin, dan yang beruntung bisa menjawab pertanyaan dari MC yang dibawakan oleh Akhirul Saleh dari PLN yang sudah malang melintang jadi MC di berbagai event di Batam mendapatkan hadiah kaos, dan souvernir lainnya. "Seneng Om, filmnya bagus dan lucu," cetus Dedi, siswa kelas IV SD Yos Sudarso.

Ya dengan lahirnya genematrik cilik yang sudah "tersengat" sedikit ilmu seluk beluk kelistrikan, langkah bijak memakai listrik bisa dilakukan masyarakat, dan yang lebih penting lagi, pasokan gas sebagai energi utama pembangkit PT PLN Batam lancar sepanjang masa. "Hidup PT PLN Batam, Hidup Tribun Batam?" pekik Akhirul yang disambut dengan teriakan 'YESSS.....oleh anak-anak di setiap sesi akhir roadshow.(ahmad suroso)

Kamis, 19 Juni 2008

Kartel SMS Rugikan Konsumen Rp 2,8 Triliu


* Lima Operator Didenda Miliaran Rupiah
JAKARTA, TRIBUN --
Enam operator seluler terbukti mempermainkan harga short message services (SMS) kepada para pelanggan dengan harga yang di atas rata-rata. Karenanya mereka didenda hingga puluhan miliar rupiah oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Sidang majelis KPPU yang digelar di Jakarta Selasa (17/6/08) memutuskan enam operator yaitu PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Bakrie Telecom, PT Mobile-8 Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom bersalah karena terlibat dalam kartel SMS. Hasil sidang tersebut diumumkan Rabu (18/6/08).
Dalam pembacaan putusannya, Majelis Dedie S Martadisastra mengatakan, keenam perusahaan operator tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 UU No 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. "Akibat praktik ini, konsumen dirugikan Rp 2,827 triliun mulai tahun 2004 hingga 2007," kata Dedie.
Dua operator besar yaitu XL dan Telkomsel dikenai denda masing- masing Rp 25 miliar, Telkom Rp 18 miliar, Bakrie harus membayar Rp 4 miliar, Mobile-8 harus membayar denda Rp 5 miliar. "Denda akan dimasukkan dalam kas negara," kata Dedie.
Sebagai penyelenggara seluler terbesar, Telkomsel menangguk keuntungan terbesar dari kegiatan kartel selama empat tahun tersebut yaitu Rp 2,19 triliun, disusul oleh XL Rp 346 miliar, kemudian Telkom Rp 173,3 miliar, Bakrie Rp 62,9 miliar, Mobile 8 Rp 52,3 dan Smart Rp 100 juta.
Majelis Komisi berpendapat, keenam perusahaan tersebut dianggap telah melakukan pelanggaran dalam penetapan harga SMS off-net (short message service antar operator) yang dilakukan pada periode 2004 sampai dengan 1 April 2008.
Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan Tim Pemeriksa KPPU ditemukan fakta bahwa pada periode 2004 hingga 2007, harga SMS yang berlaku untuk layanan SMS off-net hanya berkisar Rp 250 hingga Rp 350. Pada periode tersebut, tim pemeriksa menemukan beberapa klausul penetapan harga SMS yang tidak boleh lebih rendah dari Rp 250 dan dimasukkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) interkoneksi di antara operator.
Pada Juli 2007, Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) mengeluarkan surat meminta semua anggotanya membatalkan kesepakatan harga. Meskipun sudah ada permintaan tersebut, Tim Pemeriksa KPPU melihat tidak adanya perubahan harga SMS off-net yang signifikan di pasar. Harga tidak berubah dan hanya berkisar pada Rp 250 per SMS hingga April 2008. Padahal, ongkos produksi satu SMS hanya sekitar Rp 70 saja.

Lagi-lagi masyarakat korbannya

Dari berita tersebut, menunjukkan betapa lemahnya posisi tawar masyarakat ketika berhubungan dengan perusahanaan monopolis yang berkaitan langsung dengan publik. Contohnya, dulu para era sebelum tahun 1990-an ketika perusahaan telekomunikasi masih dimonopoli Telkom, masyarakat tak bisa berkutik ketika Telkom semaunya menentukan tarif telepon maupun biaya pemasangan jaringan telpon.

Telkom sebagai BUMN monopolis dengan cirinya menjual produk yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli sangat banyak. Dan inilah ciri perusahaan monopolis yaitu tiadanya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar.

Dominasi Telkom di dalam pasar telekomunikasi ini masih sangat dominan. Memang pada akhir dekade 1990-an muncul beberapa perusahaan operator telepon seluler yang menjadi pesaing Telkom. Namun ternyata pasar telekomunikasi selular masih bersifat oligopolis dengan tarif yang sangat mahal.

Tetapi lambat laun produk-produk teknologi baru dalam bidang komunikasi ternyata memberi tekanan pada persaingan yang lebih dan semakin terbuka luas. Produk Flexi, Esia, Frend, Smart dan sejenisnya mulai memberi tekanan pada pasar seluler sehingga banyak item biaya dikurangi.

Jadi, dengan teknologi dan informasi yang semakin terbuka, konsumen dan masyarakat luas akan semakin mendapat akses yang lebih banyak pada pasar telekomunikasi. Pada gilirannya, harga pulsa telepon akan lebih murah. Dan kini sudah semakin terbukti.

Karena itu, kita yang awam soal teknologi telekomunikasi patut berterima kasih pada KPPU, sehingga praktek kartel untuk menangguk keuntungan secara tak wajar dapat diakhiri.

Bayangkan, seperti diungkapkan KPPU, ongkos produk per SMS hanya Rp 70,-, tetapi selama empat tahun mereka mematok biaya per SMS berkisar Rp 300. Artinya per SMS, operator mendapat keuntungan 230 rupiah. Tinggal mengalikan berapa puluh juta SMS. (ahmad suroso)

Selasa, 10 Juni 2008

13 Tahun Telkomsel Leading in Service (2-Habis)


Menjangkau Dunia...Kasih Daaaaah!


TINGGINYA angka pengguna ponsel yang memercayakan layanannya kepada Telkomsel dikarenakan produk-produknya relatif dapat memenuhi lima parameter kebutuhan pokok pelanggan dan calon pelanggan. Yakni, jaringan yang luas didukung ragam teknologi canggih termasuk 3G sejak September 2006 dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 3 triliun untuk kurun waktu 3 tahun.
Tahun 2007 Telkomsel juga sudah menghadirkan akses International video call 3G via IDD call 007 ke 15 negara, yakni, Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, Taiwan, Australia, Hongkong, Jerman, Belgia, Perancis, Arab Saudi, Italia, Yunani, Belanda dan Swedia.
Parameter lainnya kualitas jaringan yang handal, kelengkapan fasilitas produk dan inovasi, kenyamanan pelayanan purna jual, pelayanan pelanggan berstandar ISO, dan tarif yang wajar.
Lebih jauh lagi Telkomsel juga terbukti mampu berperan aktif memberikan layanan digital dengan teknologi video surveillance, mengamankan dan memantau seluruh aset berharga, meliputi semua data dan harga. Telkomsel juga telah menginspirasi era baru e-education dan e-edutainment untuk mewujudkan generasi baru yang semakin cerdas dan kreatif.
Dan sebagai digital entertainment, Telkomsel juga menyajikan ragam konten berlandaskan inovasi konvergensi dengan berbagai industri yang telah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini dan masa depan.
Di bidang bisnis, Telkomsel juga telah memelopori kehadiran era baru e-commerce melalui sinergi pelayanan dengan industri perbankan. Ini memudahkan aktivitas bisnis secara cepat dan aman dimanapun kegiatan transaksi dilakukan.
Melalui produk "Mobile Wallet T-Cash", Telkomsel juga telah dipercaya oleh sekitar 11.000 perusahaan dengan 380 ribu nomor kartu HALO, juga berpeluang bukan hanya memandu industri memasuki era wallet, tetapi juga berpeluang menggarap jutaan mahasiswa melalui layanan transaksi elektronik.
Hal ini antara lain dirintis melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Selasa (15/4/08). Dengan produk Telkomsel Cash, masyarakat dan mahasiswa ITS kini dapat melakukan pembelian konten digital yang berhubungan dengan kegiatan civitas akademika seperti artikel jurnal dan karya ilmiah, hasil riset dan studi, bahan ajar, karya seni serta lainnya yang dipublikasikan di situs ITS.
Telkomsel Cash adalah suatu layanan yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan mobile phone-nya (MSISDN) melakukan transaksi seperti pembelian, pembayaran, dan lain sebagainya. Layanan baru ini dapat dinikmati melalui dua cara, yaitu secara offline atau secara online. Secara offline, pelanggan dapat menggunakan kartu yang berisi sejumlah nilai uang untuk melakukan transaksi pada merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Telkomsel.
Secara online, layanan ini dapat dinikmati melalui USSD, SMS. Salah satu keuntungan praktis lain dari layanan ini adalah, bahwa pelanggan tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan pembelian.
Untuk dapat memberikan layanan selular yang berkualitas, perluasan jaringan Telkomsel hingga pelosok Indonesia selalu didukung oleh adanya titik-titik pelayanan pelanggan. Dengan demikian slogan Telkomsel yang berbunyi ‘Begitu Dekat Begitu Nyata’ akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Telkomsel telah menghadirkan lebih dari 350.000 titik pelayanan sebagai upaya lebih dekat dengan pelanggan dan memberikan kemudahan akses pelayanan berupa: Call Center (4 area), GraPARI (68 buah), GeraiHALO (245), Plasa GraPARI (34), KiosHALO (2.300 buah), Retail Nasional (3.153), Outlet Dealer Telkomsel (5.000), dan M Kios (342.000).
Dengan segala kelebihan tersebut, wajar bila Telkomsel tahun 2008 ini berhasil mempertahankan 'Best Overall Operator' sebagai anugrah tertinggi kategori GSM dan CDMA di ajang tahunan bergengsi Selular Award ke-5.
Keberhasilan Telkomsel selalu memperoleh predikat terbaik berturut-turut sejak awal digelarnya penghargaan ini semakin lengkap dengan diraihnya empat kategori lain yakni, Best Brand for GSM operator, The Trusted Brand for GSM prepaid (simPATI), The Trusted Brand for GSM postpaid (kartuHALO), dan Best Brand for GSM postpaid (kartuHALO).
Penghargaan Selular Award merupakan apresiasi terhadap pelaku industri telekomunikasi (operator dan produsen ponsel) atas prestasi dan performasi mereka sepanjang 2007. Penghargaan kelima ini tentunya memiliki kompetensi tersendiri yang mampu menjadi barometer performance pelaku industri telekomunikasi tanah air.
Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat, Telkomsel sangat berorientasi pada kepuasan pelanggan. Sama artinya dengan membangun sebuah kepercayaan yang harus Telkomsel jaga dengan selalu berupaya memberikan yang terbaik.
Dengan inovasinya yang tiada henti dan ragam layanan yang terus ditingkatkan, menjadikan jarak tiada lagi berarti dalam melayani pelanggan dan calon pelanggan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, merekatkan komunikasi penduduk ribuan pulau-pulau di negeri ini. Semua bisa dilayani, sampai ke ujung pulau terluar. Bahkan Telkomsel siap melayani Anda untuk menjangkau dunia.
Dan di "alam sana". sang penemu telepon, Alexander Graham Bell (mungkin) sedang tersenyum puas menyaksikan pesat dan dahsyatnya perkembangan inovasi teknologi komunikasi telepon yang ia temukan di akhir abad ke19. Akhirnya Viva Telkomsel, selamat merayakan ultah yang ke-13. Kasih Daaaaaah!!! (ahmad suroso)

* Dimuat di Tribun Batam, 11 Juni 2008
* Bagian kedua dari dua tulisan 13 Tahun Telkomsel Leading in Service

13 Tahun Telkomsel Leading in Service (1)

Awalnya Terinspirasi Orang Gila

KONON telepon tercipta bermula dari seorang ilmuwan yang terinspirasi oleh orang gila. Bukankah orang gila kemana-mana selalu tertawa sendiri, berjalan, duduk sambil tertawa, tiduran sambil tertawa, bahkan makan pun sambil tertawa, seakan-akan ada orang lain disekelilingnya, seolah-olah dia sedang berkomunikasi dengan alam gaib.
Lalu terbersitlah ide, alangkah senangnya seandainya kita bisa berkomunikasi dengan orang lain meskipun harus terpisah oleh jarak. Beberapa dekade kemudian, tepatnya tahun 1876, Alexander Graham Bell menemukan telepon. Teknologi komunikasi yang memungkinkan manusia berkomunikasi tanpa terikat ruang.
Penemuan Bell itu tidak begitu populer dan kurang mendapat sambutan khalayak ramai. Bahkan hampir semua orang waktu itu menganggap Bell gila ketika dia mendemonstrasikan penemuannya (melakukan percakapan telepon melalui transmiter temuannya ). Sebagian menganggap bahwa suara di telepon itu suara setan.
Suara agak moderat datang dari Presiden Amerika Serikat (1877-1881) Rutherford Hayes yang bilang, “Ini merupakan penemuan yang menakjubkan, tetapi siapa yang akan memakainya?"
Kini, teknologi orang gila tersebut telah hadir di tengah-tengah kita dari segala strata sosial. Seiring dengan perkembangan peradaban modern, teknologi telepon berkembang pesat. Dekade 1970-an, negara-negara maju di Eropa mulai menerapkan teknologi seluler untuk komunikasi, dan belasan tahun kemudian Indonesia menyusul memanfaatkan kecanggihan komunikasi telepon seluler (ponsel).
Namun kala itu (1985-1992), ponsel yang beredar di Indonesia tidak bisa dimasukkan ke saku baju atau celana karena bentuknya besar dan panjang, dengan rata-rata 430 gram (hampir setengah kilogram). Sangat tidak praktis dan tidak portable. Harga ponselnya tidak murah dan rata-rata di atas Rp 10 juta per unit.
Dimulai dari Batam
Akhir tahun 1993, PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital Global System for Mobile (GSM) di Pulau Batam dan Pulau Bintan. Tiga tahun kemudian, proyek Telkom di Batam tersebut menuai sukses dan dilanjutkan ke provinsi-provinsi di Sumatera yang mengantarkan pada pendirian Telkomsel pada 26 Mei 1995 sebagai operator GSM nasional pertama.
Tahun 1996, Telkomsel dengan produk unggulan Kartu HALO Sukses di Medan, Surabaya, Bandung, dan Denpasar kemudian masuk ke Jakarta. Pemerintah mendukung pengembangan bisnis ini dengan menghapus pajak bea masuk bagi terminal ponsel sehinggal harganya menjadi lebih murah minimal Rp 1 juta per unit.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, industri telepon seluler mengalami perkembangan yang pesat dalam dua dekade terakhir ini, baik di negara maju ataupun sedang berkembang.
Di Indonesia pun telepon seluler telah mengubah peta industri telekomunikasi secara radikal.
Telepon yang dulunya merupakan barang mewah dan hanya digunakan kelompok tertentu, kini mudah didapatkan, murah lagi, baik dalam sarana telekomunikasi fixedline wireline ataupun fixedline wireless serta seluler.
Akhir-akhir ini kita juga melihat persaingan yang semakin ketat antaroperator telepon menarik konsumen sangat ketat. Bahkan dalam beberapa media kita saksikan perang harga untuk menarik pelanggan dilakukan oleh berbagai operator, sampai-sampai ada yang menawarkan SMS gratis ataupun percakapan gratis selama enam bulan.
Ekonom UGM Dr Sri Adiningsih selaku anggota Tim Peneliti "Restructuring the Telecommunications Industry: An Assessment on Industry Structure after Duopoly in Indonesia" tahun 2007 yang dilakukan oleh Nathan Associates Inc. Arlington, Virginia, USA bekerja sama dengan PT. Abdi Tama Mitra (Atmitra), Jakarta (dilansir LKBN Antara 27/08/07), memperkirakan, selular memiliki tingkat perputaran pelanggan bulanan tertinggi di dunia.
Bahkan perangkat hardware-nya juga memanjakan konsumen dengan diproduksinya telepon yang dapat dipakai sekaligus untuk GSM and CDMA dalam satu handset. Jelas bahwa masyarakat secara umum diuntungkan dengan perkembangan tersebut sehingga pemakaian jasa pelayanan dari percakapan, SMS, internet, bahkan 3G juga semakin meningkat. Semuanya memenuhi kebutuhan layanan komunikasi masyarakat yang semakin berkembang, semakin beragam dengan berbagai fitur yang kian menarik, jangkauan yang semakin luas, dan harga yang semakin murah.
Kompetisi di telepon selular juga telah terjadi lebih intensif. Hingga saat ini di Indonesia telah hadir 10 operator, dan tentunya termasuk Telkomsel. Semakin tinggi persaingan operator seluler karena kian banyaknya pelaku usaha mengakibatkan meningkatnya kegiatan periklanan, penurunan harga, dan munculnya berbagai ragam layanan yang ditawarkan operator, sehingga pengguna menikmati rendahnya harga, kualitas layanan yang lebih baik, dan beragam pilihan jasa.
Apalagi hingga kini masih sekitar 60 persen desa di Indonesia belum dilayani oleh telepon.
Ini menjadi peluang emas bagi Telkomsel, sebagai operator seluler perintis di Indonesia yang kini memiliki jaringan terluas dengan lebih dari 22.000 BTS atau 147 kali lipat dalam 13 tahun. Saat ini Telkomsel memang telah dipercaya melayani sekitar 52 juta atau meningkat 2.000 kali lipat dalam 13 tahun. (ahmad suroso)

* Dimuat di Tribun Batam, Selasa, 10 Juni 2008
* Bagian pertama dari dua tulisan untuk Lomba Penulisan HUT Telkomsel ke 13 se Sumbagteng. Kali bisa menang melebihi prestasi meraih juara harapan (masuk monimasi 10 karya terbaik) Lomba Penulisan Reformasi Birokrasi tingkat nasional yang diadakan Kantor Menpan awal 2008...hehehe.

Kamis, 05 Juni 2008

Panitia Job Carrier Tribun 'Sowan' Gubernur Ismeth

Crew Tribun Batam foto bersama Gubernur Ismeth Abdullah di ruang kerjanya, Kamis (5/6/2008)

KAMIS (5/6) pukul 09.30 WIB crew Tribun Batam yang terdiri atas Pimpinan Perusahaan Tribun Batam, Daryono, Redpel Richard "Opung" Nainggolan, aku, Manajer Redaksi Alfian, manajer Promosi Dewi, staf PSDM Iksa, dan Kepala Biro Tanjungpinang, Aris sudah tiba di kantor Gubernur Kepulauan Kepri Ismeth Abdullah, di Tanjungpinang, setengah jam lebih cepat dari janji ketemu Gubernur Ismeth.
Tetapi baru satu jam kemudian, rombongan crew Tribun diterima mantan Ketua Otorita Batam (OB) yang didampingi Jon Arizal, Kadisperindag Kepri. Kunjungan ke orang nomor satu di Kepri ini selain untuk silaturahmi juga meminta dukungan Gubernur terhadap rencana harian Tribun menggelar bursa tenaga kerja (Job Carrier 2008).
Ismeth pun menyatakan dukungannya terhadap Tribun Job Carrier 2008. ''Ya kita sangat mendukung rencana Tribun ini. Kalau bisa ini dijadikan agenda tahunan," sela Ismeth. "Tolong Pak Jon, kapan perlu kita surati perusahaan-perusahaan agar bersedia mengikuti bursa karir ini,'' ujarnya kepada Jon Arizal. Sekadar diketahui, sebelumnya Senin (2/6) lalu kami sowan ketua Apindo Kepri, Abidin dan Ketua OB Mustofa Wijaya. Hasilnya...Abidin merogoh kocek Rp 7 juta, dan OB membantu Rp 18 juta untuk mensukseskan acara Job Carrier Tribun. Trima kasih Pak Abidin dan Pak Mustofa...hehehe
Kepada Tribun Ismeth menanyakan bagaimana teknis pelaksanaan Job Carrier. ''Rencananya bakal dilaksanakan di Politeknik Batam pertengahan Juli nanti. Kita akan laksanakan selama tiga hari berturut-turut,'' tukas Dewi, manager promosi Tribun Batam.
Ia juga menyarankan Tribun menyeleksi perusahaan yang bakal mengikuti Bursa Job Carrier 2008. ''Dalam hal ini kita sudah melakukan penjajakan dengan Apindo, Pak Abidin. Beliau ternyata mendukung sekali. Namun karena terbatasnya tempat, kita hanya membantu untuk 40 perusahaan saja,'' imbuh Dewi.
Setelah sekitar satu jam diterima Gubernur Ismeth, kami mohon pamit, karena pukul 13.00 masih ada agenda ikut lelang memperebutkan kue iklan Pemprov Kepri selama 1 tahun. Tetapi, alasan sebenarnya karena rombongan crew Tribun sudah kelaparan. Maklum saat berangkat dari Batam pagi harinya blom ada satupun yang sarapan. Perjalanan satu jam naik Ferry dari Pelabuhan Punggur ke Tanjungpinang semakin menambah perut lapar.
"Ayo cepat ini cari makan. Perut dah perih ni kelaparan," celetuk Daryono. "Iya badan udah kegemetaran," tukas Opung. Akhirnya kami diantar Apek, crew Tribun dari Biro Tanjungpinang ke rumah makan sup ikan.
Pukul 12.30 usai nyam-nyam kami kembali lagi ke kantor Gubernur Kepri untuk mengikuti lelang.
Selain Tribun, harian Sijori Mandiri dan Pos Metro Batam juga mengajukan penawaran. Semula PP Tribun Daryono optimis bakal menang lelang, karena hanya mengajukan penawaran iklan per milikolom hanya Rp 500,-. Ternyata, Sijori memberi penawaran lebih rendah, Rp 200, sedangkan Pos Metro Rp 750.
"Baik bapak2, penawaran harga ini akan kami pelajari lagi. Untuk diketahui penawaran yang terendah belum tentu menang. Karena kami akan mempertimbangkan penawaran yang rendah tapi harga wajar," cetus seorang petugas lelang sebelum menutup lelang.
"Sijori memberi harga 200 rupiah, dengan oplah mengaku 21 ribu. Wah bisa kalah kita ini sama Sijori," cetus Car Dar (Daryono) di dalam mobil yang membawa crew Tribun mampir ke Kantor Biro di Batu 9.
"Ya nggak apa-apalah, biar Sijori bisa bernafas lega," tukas Alfian yang tahu banyak kondisi cash flow Sijori, mengingat ia mantan wartawan Sijori sambil nyengir.
Ya....bagaimana pun harus tetap ingat almameter. Ya nggak Fian....wuakakaka. (Ahmad Suroso)

Sabtu, 31 Mei 2008

Panser dan Mobil Listrik Made In Yogya



PANSER + Mobil LISTRIK - Prototype Panser dan mobil listrik yang didisain oleh Bung AK dan disuport oleh Sekolah Tinggi Angkatan Laut Surabaya saat diperkenalkan ke publik di acara 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional di halaman Jogja Expo Centre, pada 20 Mei 2008. Bung AK (berbaju merah saat melepas panser listrik tersebut.

PENEMU bahan bakar berbahan baku plankton yang dinamai Bahan Bakar Nusantara asal Yogyakarta, BSW Adji Koesoemo, akrab dipanggil Bung AK yang Sabtu kemarin (14/5) diberitakan pernah didatangi seorang anggota tentara pemerintah RRC berpangkat Kolonel untuk diajak mengembangkan temuannya ke Cina berhasil mengembangkan prototype Panser listrik.

Prototype Panser Listrik yang mendapat bantuan dari Sekolah Tinggi Angkatan Laut (STAL) Surabaya itu diperkenalkan ke publik beberapa hari lalu bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Kebangkitan Reformasi dan 10 Tahun Reformasi di Gedung Jogja Expo Center (JEC).

Bukan hanya Panser Listrik, Bung AK bersama Tim Indonesia Bangkit yang dipimpinnya juga memperkenalkan mobil berbahan energi listrik non generator di depan seribuan warga Yogya yang mengikuti senam sehat yang digelar Tim Indonesia Bangkit di JEC. Keunggulan panser listrik maupun mobil berbahan bagi energi listrik tersebut tertenaga listrik yang tidak perlu lagi dicas, tetapi energi listrik jalan terus yang cara kerjanya mirip dengan kerja dinamo untuk menghasilkan lampu pada sepeda onthel.

"Meski masih belum sempurna, ke depan Panser Listrik ini akan kami kembangkan menjadi kendaraan taktis (rantis) untuk operasional TNI/Polri agar kedaulatan pertahanan dan keamanan bisa terwujud di bumi pertiwi ini," tegas Bung AK di sela-sela memperkenalkan prototype Panser Listrik yang dikerjakan selama sebulan, yang dibantu pihak STAL untuk perlengkapan persenjataan meriam berbasis komputer.

Selain itu, kata Bung AK kepada Tribun Batam Sabtu (22/5) rantis yang listriknya tidak perlu di charge lagi bisa dipakai untuk keperluan lain selain untuk menjalankan rantis. Karena listrik yang dihasilkan pada rantis mencapai 40.000 watt. Misalnya untuk perbaikan jembatan yang putus, listrik pada rantis ini bisa dipakai untuk ngelas, bisa juga untuik ngejam sinyal HP, ht, saluran televisi Menyinggung pengembangan listrik non generator tersebut, salah satu cicit Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono VII ini mengaku sudah diujicoba dipakai untuk penerangan berkuatan 40.000 watt di Pesantren Istiqomah, Palbapang, Bantul, Yogyakarta.

"Obsesi saya dari Tim Indonesia Bangkit nantinya setiap Kepala Keluarga bisa mendapatkan daya 5.000 watt listrik non generator ini," katanya.

Mengenai sosok Adjikoesoemo sebagai penemu BBM dari biota laut yang diberi nama Bahan Bakar Nusantara (BBN) pernah diberitakan Tribun edisi awal Desember 2007 lalu. Saat itu, tepatnya pada 29 November 2007 Bung AK melakukan sosialisasi BBN berupa bensin yang per liternya hanya Rp 1.500 di Gedung DPRD DIY, disaksikan Ketua Dewan DIY Djuwarto.

Namun sungguh disayangkan, pemerintah tidak meresponnya. Belakangan ini, kata Bung AK kepada Tribun kemarin, bebrapa tokoh politik dan pemerintah mencoba mendekati pihaknya dengan tujuan agar BBN bisa digunakan sebagai alat kampanye.

"Sudah tentu kami menolak secara tegas. Karena sejak awal telah kami sampaikan bahwanya BBN tidak akan kami produksi sendiri melalinkan akan kami serahkan kepada pemerintah yang betul-betul bisa kami percaya dan teguh memegang amanat untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar Bung AK yang emoh disebut Superman karena kemampuannnya menciptakan berbagai produk unggulan strategis.

"Saya bukan Superman, tapi Supertim," tukas Bung AK yang juga dikenal sebagai penemu padi beras merah putih yang kini bibitnya kini sudah disosialisasikan kepada para petani di berbagai daerrah.

Untuk mewujudkan semua obsesinya tersebut, penggagas gerakan Tim Indonesia Bangkit ini meminta dukungan masyarakat luas. Melalui konsep 5 Kedaulatan yang dikuasainya ia mengaku siap untuk maju ke kancah kepemimpinan nasional. Kelima konsep Kedaulatan itu meliputi Kedaulatan Pangan, Energi, Telekomunikasi, Uang, serta Kedaulatan Ketahanan dan Keamanaan Negara.(ahmad suroso)

Dimuat di Tribun Batam dan Kompas.com Senin, 26 Mei 2008

Selasa, 27 Mei 2008

Fam Trip Journalist 2008 Yogyakarta (3-Habis)




Batik Pulihkan Ekonomi Warga

Terik matahari Selasa siang pekan lalu sangat terasa saat rombongan Fam Trip Journalist 2008 (18-21 Mei) sampai di Museum Batik Joglo Cipto Wening, Pajimatan Imogiri, Bantul, sekitar 200 meter barat makam Raja-raja Dinasti Mataram dari Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

NAMUN begitu masuk joglo komplek museum batik, suasana teduh dan tenang seakan menyergap jiwa dan badan. Apalagi saat itu, rombongan langsung disuguhi minuman bercita rasa khas yang konon minuman kesukaan Sultan Agung. Minuman ini merupakan ramuan daun cengkih, jahe, manis jangan, pala, gula batu, dan jus jambu.
Glek...glek...glek...hilang dahaga setelah menempuh perjalanan sekitar 15 km dari Kraton Yogyakarta, dan mampir sebentar di pintu gerbang makam Raja-raja Mataram di atas bukit yang konon memiliki anak tangga (undak-undakan) total berjumlah 553.
Selanjutnya, usai mendengar sambutan tuan rumah, istri Bupati Bantul, Hj Idham Samawi selaku Ketua Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) Kabupaten Bantul, rombongan menyaksikan 15 ibu yang tengah membatik. Melalui jari-jemarinya yang lentik dengan gemulai, para ibu-ibu itu menorehkan canting ke kain putih yang terhampar di kayu penyangga.
Canting kembali dicelupkan ke dalam cairan malam yang terus mengepul dalam wajan di atas kompor kecil, selanjutnya ditiup lembut sebelum jemari kembali memainkan alat membatik itu dan mengisi pola yang terpampang dalam kain dengan cairan malam kental. Beberapa saat kemudian, mulai nampak pola batik yang indah.
Para ibu-ibu itu adalah sebagian kecil dari sekitar 900 perajin batik tulis, baik tua atau muda tergabung dalam kelompok-kelompok perajin dari 4500 perajin yang ada di Kecamatan Imogiri Bantul, yang menjadi daerah terparah saat gempa lalu.
Di Kecamatan Imogiri, hampir keseluruhan masyarakat sedari kecil telah mampu mengerjakan batik karena merupakan warisan turun temurun. Gempa dua tahun lalu memporakporandakan semua bangunan, termasuk rumah para perajin batik dan museum Batik. Musium Batik yang dibangun kembali oleh Pemda Bantul, diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 18 Maret 2004.
"Sempat dialihkan sementara di pekarangan warga. Dengan kepedulian dan tekad kuat dari berbagai elemen masyarakat, Museum Batik ini dapat dibangun kembali sebagaimana kita saksikan hari ini. Batik dengan motif, ragam, hias, makna dan filosofisnya adalah identitas budaya bangsa Indonesia yang mengakar dalam kehidupan masyarakat," ungkap Ny Idham.
Museum Batik Joglo Ciptoning selain untuk melestarikan batik-batik bermotif lawas atau kuno asal Bantul maupun Yogyakarta. Juga menyediakan show room untuk menampung hasil karya perajin Batik Bantul yang dijual untuk umum.
Pada hari libur atau hari Minggu di lokasi museum ini juga disediakan jajan pasar dan minuman tradisional, seperti yang disuguhkan kepada rombongan Fam Trip.
Ketua Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, Ny Suliantoro Sulaiman mengatakan, sebelum gempa, Sekar Jagad aktif membina para pembatik (tulis) di Imogiri, Bantul, mengingat Bantul pusatnya pembatikan se- DIY.
"Tapi gempa telah menghancurkan kerajinan batik di Bantul. Dengan bantuan Clauss Fondation dari Belanda kami bina kembali para pembatik untuk bangkit. Setahun kemudian bantuan dari pemerintah untuk rekonstruksi rumah turun, sehingga para perajin bisa membangun rumahnya kembali dan membatik di rumahnya. Dan kini keadaannya sudah pulih lagi bahkan lebih baik," kata Ny Suliantoro.
Respons masyarakat, imbuh Ny Suliantoro, juga bagus. Tak hanya domestik saja yang membeli, tapi banyak juga relawan luar negeri membeli batik untuk oleh-oleh dan kenang-kenangan. Di sini, harganya pun terjangakau. Tersedia kain, selendang dan sarung bantal dengan harga berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 400 ribu per lembar.
Selain Imogiri, perajin batik di Bantul juga terdapat di beberapa kecamatan lainnya, antara lain perajin Batik Arista (Pleret) dan Kelompok Perajin Batik Bu Sri (Pandak). Yogyakarta memang identik dengan batik, dan ini menjadi salah satu daya tarik kota ini. Tak heran bila di setiap lokasi obyek wisata yang tersebar di Yogyakarta dan sekitarnya selalu terdapat penjual batik.
Selain batik,Bantul dikenal sebagai gudangnya seni, tak hanya dibuktikan dengan keberadaan Institut Seni Indonesia, aneka kerajinan asal Bantul dipasarkan di obyek wisata Yogyakarta dan Bali.Potensi kerajinan di Bantul tersebar pada sentra kerajinan di 17 kecamatan.
Di antaranya kerajinan keramik Kasongan dan Pundong, kerajinan tatah sungging di Imogiri, kayu batik di Pajangan, topeng di Sewon, tenun ATBM di Sedayu, dan kerajinan bambu dan kayu di Kecamatan Dlingo, serta Pasar Seni Gabusan.
Jadi bila Anda berwisata ke Yogyakarta, rasanya tempat-tempat tersebut wajib masuk dalam list untuk dikunjungi. (ahmad suroso)

Dimuat Tribun Batam Rabu, 28 Mei 2008

Fam Trip Journalist 2008 Yogyakarta (2)


tribun/ahmad suroso
GONG PERDAMAIAN - Para wartawan/fotografer mengabadikan baliho berisi gambar Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan aneka kesenian dari daerah yang berkembang di Yogya, menandai peresmian Gong Perdamaian Nusantara.

Kota Simbol 444 Kabupaten dan Kota

Yogyakarta sebagai daerah destinasi wisata utama setelah Bali dan Jakarta, terus berbenah. Wajah Yogyakarta terus berubah tanpa menghilangkan kekayaan tradisi dan keunikan seni-budaya kota yang pernah luluh-lantak oleh gempa 2 tahun lalu.

KOTA bersejarah yang tahun ini memasuki usia ke-252 ini punya daya tarik tersendiri yang mampu membuat setiap yang pernah datang untuk kembali lagi. Yogyakarta selain dikenal sebagai kota pelajar, kota sejarah, kota budaya, sejak lama juga dikenal sebagai kota wisata yang memiliki obyek wisata cukup lengkap, mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, religius, wisata kuliner, dan didukung masyarakatnya yang memiliki kemampuan membuat aneka kerajinan.
Kota Yogya tidak bisa dilepaskan dari kraton Yogyakarta yang luasnya mencapai 14.000 meter persegi. Di dalamnya terdapat banyak bangunan, halaman, dan lapangan. Dimulai dari Tugu, Kepatihan (kini jadi komplek kantor gubernuran DIY), pasar Beringharja, alun-alun utara yang dihiasi 62 batang pohon beringin.
Selanjutnya bangunan utama kraton, dimulai dari Pagelaran (tiangnya berjumlah 64) sampai Siti Inggil, lalu Alun-alun Selatan, dan panggung Krapyak. Angka 64 menggambarkan usia Nabi Muhammad 64 tahun Jawa atau 62 tahun Masehi.
Pengunjung kraton selain dapat melihat tempat tinggal raja dan para bangsawan yang berciri khas dicat hijau, peninggalan sejarah, dan tradisi prajurit, abdi dalem, juga bisa menyaksikan koleksi 23 kereta pusaka kraton, peninggalan raja dari Sri Sultan HB I hingga HB IX yang tersimpan di museum kereta Rotowijayan yang berlokasi sekitar 50 meter dari Pagelaran.
Kereta-kereta kuda tersebut bukan sembarang kereta, tapi menjadi simbol dari gaya hidup bangsawan dan kekuatan magis hasil keteguhan laku prihatin. Sekitar 400 meter dari Pagelaran kita bisa menyaksikan komplek Tamansari yang dulunya menjadi tempat pemandian putri-putri kraton.
Selain kraton, candi Prambanan dan candi Borobudur , obyek wisata lainnya yang wajib dikunjungi adalah jalan Malioboro yang sudah kondang di Nusantara. Karena di jalan inilah, begitu banyak sejarah, tradisi, budaya, jiwa kehidupan tradisional orang Jawa bisa ditemui, bercampur dengan simbol-simbol modernitas yang mengalir deras.
Kita bebas menyusuri Malioboro dengan sarana angkutan mulai dari taksi, ojek, becak, bahkan andong (kereta kuda). Bisa juga jalan kaki, tapi harus siap berdesak-desakan menyusuri lorong-lorong sempit pertokoan yang kanan kirinya dipenuhi lapak-lapak pedagang yang menjual aneka cinderamata, batik, kaos dengan tulisan-tulisan kocak, dan tas cangklong dari bahan batik, lurik, anyaman, dan kulit asli, keramik, golek/wayang, perhiasan dari bahan perak, barang-barang antik dsb.
Dari Malioboro ke arah selatan sebelum sampai kraton, kita bisa melihat istana kepresidenan Gedung Agung yang berhadap-hadapan dengan obyek wisata benteng Vredeburg, serta monumen Yogya kembali yang di depannya terdapat plaza tempat kongkow masyarakat di waktu sore hingga tengah malam.
Selanjutnya ke arah timur, tepatnya belakang Beteng Vredeburg, di bekas shopping centre kini oleh Pemerintah kota disulap menjadi obyek wisata Taman Pintar Yogyakarta yang mempunyai motto "Mencerdaskan dan Menyenangkan".
Sesuai namanya, Taman Pintar diperuntukkan khususnya untuk anak-anak usia dini sampai sekolah lanjutan. Zonasi di Taman Pintar terbagi menjadi zona playground, gedung heritage, gedung oval, dan gedung kotak. Taman Pintar yang dilengkapi teknologi digital ini kini tak pernah sepi pengunjung.
Taman Pintar kini dilengkapi Gong Perdamaian Nusantara yang diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X bertepatan dengan 100 Tahun Kebangkitan Nasional Indonesia, Selasa (20/5). Pada kesempatan itu peserta Fam Trip Journalist ikut hadir menyaksikan peresmian yang dimeriahkan sejumlah tarian daerah antara lain dari Yogya, Aceh, Sumba, Dayak, Papua., sesuai dengan tema perayaan HUT ke-252 Kota Yogyakarta, yakni Celebration of Cultural Unity.
"Hal ini menunjukkan masyarakat Yogyakarta berasal dari latar belakang beragam, ditunjang dengan predikat Kota Pendidikan, Pariwisata, sekaligus Kota Budaya yang berjalan seiring dan bersinergi, sehingga dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta," ujar Kepala Dinparsebud Kota Yogyakarta, Hadi Muhtar yang menargetkan kedatangan wisatawan 1,2 juta orang pada tahun 2008 di Yogyakarta.
Gong Perdamaian Nusantara sendiri menurut Presiden Komite Perdamaian Dunia, Suyoto, berukuran 2 meter, terdiri atas beberapa beberapa bagian. Lingkar luar berisi logo 444 kabupaten/kota se Indonesia, tengah 33 provinsi, dan lingkar berikutnya menggambarkan 5 agama serta di tengahnya peta NKRI.
"Pemasangan logo kabupaten/kota, provinsi dan agama ini untuk mengingatkan para pimpinan di daerah jangan hanya bangga dengan daerahnya sendiri. Kami.tak ingin Indonesia terpecah menjadi 17 negara," ujar Suyoto.
Untuk mempermudah akses transportasi yang nyaman, aman, dan murah ke Prambanan yang berjarak 15 km dari Kota Yogya, kampus UGM, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, UPN, UII dan, Malioboro, terminal Jombor, terminal Umbulharjo, sejak empat bulan lalu juga tersedia bus ber AC Transjogja, seperti halnya Transjakarta.
Bus Transjogja ini tersedia setiap 10 menit sekali ke semua rute. Dengan tarif Rp 3.000 Anda akan dapat kartu untuk bisa masuk selter/halte yang sudah ditentukan sebelum masuk bus keliling, tanpa perlu berdesakan.
Misalnya ingin mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang tersebar di Yogyakarta, mulai dari Monumen Yogya Kembali, museum Diponegoro, Museum Affandi, Museum Batik, Museum Sonobudoyo, Purawisata (pertunjukan Ramayana), Kebun Binatang Gembira Loka, pusat kerajinan perak Kotagede, Istana Puro Pakualaman, Masjid Agung Keraton, dan lainnya.
Nah di saat Anda ingin rehat makan, Yogya kaya dengan kuliner yang siap mengajak ajak untuk bergoyang lidah menikmati menu-menu klangenan. Antara lain: Gudeg Mijilan, Gudeg Mbarek utara gedung pusat UGM, Gudeg bu Pujo samping bioskop Permata, Soto Pak Marto depan gedung JEC, Ice Cream TIP TOP Jl P Mangkubumi, Bakmi Jawa Doring Jl Suryowijayan, Bakmi Jawa Pele dan Sate Pak Amat di Alun-alun Utara, Soto Sawah Jl Soragan, Soto Pak Sholeh, Lotek & Gado2 Teteg Lempuyangan, Kipo Kotagede, SGPC Bu Wiryo depan Fak. Peternakan UGM, Kupat Tahu SGM, Brongkos Alun-alun Kidul. Pokoknya, tinggal lep.bergizi lagi.(ahmad suroso)

Dimuat Tribun Batam, Selasa, 27 Mei 2008

Fam Trip Journalist 2008 Yogyakarta (1)



Sebagian rombongan Fam Trip Journalist 2008 Yogyakarta yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand

Abdi Dalem Hanya Bergaji Rp 9 Ribu
Tak terasa, besok, Selasa 27 Mei 2008 tepat dua tahun gempa bumi dahsyat berkuatan 5,9 SR memporakporandakan Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan ribun bangunan luluhlantak dan sekitar 5000 orang tewas. Bagaimana Yogyakarta saat ini? Simak laporan wartawan Tribun Batam, Ahmad Suroso dari kegiatan Fam Trip Journalist 2008 yang diadakan Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Deparsenibud) Kota Yogyakarta, 18-21 Mei 2008.

SEBANYAK 14 wartawan dari 4 negara ASEAN, termasuk Tribun melihat dengan nyata perbedaan suasana saat Yogyakarta dilanda gempa dan saat ini. "Dua tahun lalu saat gempa melanda Yogya, saya datang meliput ke sini. Sekarang rumahnya sudah bagus-bagus ya. Sejak gempa saya sudah empat kali ke Yogya," cetus Tamrin Yousof, wartawan Kantor Berita Bernama Malaysia saat meninjau Museum Batik Imogiri Bantul. "Saat gempa dulu saya juga seminggu di Yogya meliput," timpal Sopha Sulaiman, wartawan media Utusan Melayu Malaysia.
Kasi Kerja Sama dan Pemasaran Pariwisata Diparsenibud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan, wartawan yang menjadi peserta di kegiatan ini yakni dari harian The Strait Times Singapura, Kantor Berita Bernama Malaysia, Utusan Melayu Malaysia, Metro Malaysia, National Geographic Singapura, tabloid ASEAN Affairs Thailand, TV 3 Malaysia, Harian Pikiran Rakyat, Tribun Kaltim, Tribun Batam, Majalah Garuda Indonesia, Majalah Jakarta Java Kini, dan Majalah Helo Bali.
Dalam kunjungan ke obyek wisata dan sentra kerajinan di Yogyakarta, rombongan didampingi para Diajeng/Dimas Yogyakarta, tour guide dan panitia. Sedangkan tujuan dari Fam Trip Journalist 2008, kata Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Drs Hadi Muhtar MM dimaksudkan untuk menjalin kerja sama media di wilayah Indonesia dan ASEAN dan memperkenalkan Yogyakarta ke daerah atau negara tetangga.
"Dengan Fam Trip ini para wartawan diharapkan dapat menulis kepariwisataan Yogyakarta, sehingga dapat lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Kegiatan ini juga sebagai wujud dukungan Diparsenibud Kota Yogyakarta terhadap program Visit Indonesia Year 20098," ungkap Hadi Muhtar.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saat menerima rombongan fam trip dalam acara Gala Diner di Hotrel Santika Yogyakarta, Selasa (20/5) mengatakan, melalui kegiatan Fam Trip Journalist diharapkan wartawan bisa langsung merasakan pengalaman empirik.
"Termasuk bisa berinteraksi dengan masyarakat Yogyakarta yang kental nuansa etniknya. Sehingga bisa menceriterakan kepada masyarakat di Negara masing-masing, agar masyarakatnya tertarik berkunjung menikmati berbagai obyek wisata di Yogyakarta," katanya.
Hari pertama, peserta diajak mengunjungi kawasan yang kaya dengan peninggalan bersejarah, candi hindu Ratu Boko yang berasal dari Mataram kuno, dan malamnya menyaksikan sendratari Ramayana di Candi Prambanan.
Hari kedua, setelah makan siang di rumah makan Bale Raos, Magangan Kraton Yogyakarta, malamnya peserta ke Candi Borobudur menyaksikan perayaan hari suci umat Buddha, Waisak 2552/2008. Di pelataran candi Borobudur rombongan bisa menyaksikan panorama eksotis salah satu dari tujuh bangunan keajaiban dunia itu dimalam hari yang diterangi Bulan Purnama.
Hadi Yasin, Ketua Panitia Puja Bakti Waisak 2552 dari Konferensi Agung Sangha Indonesia, untuk pertama kalinya dalam sejarah, dilaksanakan pembacaan doa, puja-puja selama 24 jam nonstop yang dimulai dari pukul 14.00 (Senin, 19 Mei) sampai keesokan harinya.
Selanjutnya mulai pukul 5 pagi (Selasa,20/5) para biksu beserta sekitar 30 ribu umat Buddha melakukan puja paradaksina atau berjalan tiga langkah diikuti sujud satu kali kepada Buddha, Dhamma dan Sangha mengelilingi candi terbesar di dunia yang dibangun abad ke delapan dari arah sisi timur.
"Bisa bersembahyang bersama-sama puluhan ribu umat Buddha dari berbagai daerah dan luar negeri di Candi Borobudur selama 24 jam nonstop itu satu kebahagiaan tersendiri ," ujar Hadi Yasin.
Berwisata ke Yogya belumlah lengkap bila belum melihat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, komplek Raja Sri Sultan Hamengku Buwono ke X. Kraton telah menjadi ikon salah satu obyek wisata penting di Yogyakarta, selain Malioboro, Prambanan, Kaliurang, dan Parangtritis.
Disebut Kasultanan karena raja yang memerintah di kraton tersebut bergelar Sultan, sebagai bentuk pengaruh masuknya Kerajaan Mataram sebagai Kerajaan Islam sejak zaman Panembahan Senopati yang menurunkan raja-raja Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran Solo, dan Kadipaten Paku Alaman di Yogyakarta.
Selain sebagai cagar budaya, kraton Yogya yang berdiri tahun 1755 Masehi juga menjadi pusat pelestarian budaya Jawa. Di saat dunia luar semakin toleran dengan perubahan, kraton menjadi satu-satunya tempat di mana budaya Jawa mencoba bertahan semampunya.
Sebagai tempat wisata, kraton terbuka untuk umum. Namun tentu saja masoih ada bagian-bagian di dalam kompleks kraton yang tidak boleh dikunjungi, antara lain tempat penyimpanan pusaka, Gedong Jene yang dulunya menjadi tempat kerja alm Sri Sultan Hamengkubowono IX.
Pada saat gempa dua tahun lalu, menurut Kurator Museum Kraton,. Raden Rio Budyopustoko, beberapa bangunan di kraton roboh, antara lain gedung museum Trajumas tempat menyimpan pusaka-pusaka Kraton. "Saat itu koleksinya banyak yang hancur, termasuk Tandu Lawah peninggalan Sri Sultan HB I, tapi alhamdulillah sebagian sudah bisa diperbaiki kembali," ujar R Rio.
Wisata ke kraton dimulai dari arah utyara melalui pintu gerbang belakang Pagelaran. Saat rombongan Fam Trip memasuki pintu gerbang, terdengar suara klenengan gamelan ditabuh oleh para pengrawit mengalun mengiringi tiga sinden dari arah bangunan berbentuk joglo di sisi barat. Nada suaranya ngelangut menerbitkan romantisme, terbang ke tengah kehidupan masa lalu yang tentram dan ayem.
Di dalam komplek, pengunjung akan disuguhi berbagai benda warisan sejarah milik kraton Mataram. Selain itu juga bisa melihat kehidupan sehari-hari di kraton dengan seluruh abdi dalam, prajurit dan embannya yang sangat bersahaja.
Ngarso dalem
Mereka mengabdi sepenuh hati kepada Rajanya, Sri Sultan yang mereka sebut sebagai Ngarso Dalem, bukan karena mengharap imbalan materi, tetapi lebih karena ingin mendapatkan berkah, dan ketentraman hidup.dari pengabdiannya.
Bayangkan! Para abdi dalem itu rata-rata mendapatkan uang gaji dari Kraton hanya berkisar Rp 5000 sampai Rp 10.000 sebulan. Seperti Mbah Maridjan yang kini namanya kondang di tanah air setelah dikontrak menjadi bintang iklan produk jamu Sido Muncul. Mbah Maridjan sebagai abdi dalem kraton Yogya yang menjadi juru kunci Gunung Merapi, ia tidak pernah mempersoalkan gaji yang diterima dari Kraton yang hanya Rp 5600 sebulan.
Abdi dalem Kraton, Ki Lurah Mangkuprayitno (50) yang tengah bertugas jaga duduk bersila beralas pasir di depan museum kraton mengaku dapat gaji Rp 7000 setiap bulan. Para abdi dalem kraton itu mengistilahkan upah tiap bulan yang mereka terima bukan gaji, tapi kekocah, yakni sebagian uang Sultan untuk para abdi dalem atas jasanya mengabdi.
"Sebetulnya saya mendapat kekocah dari Ngarso Dalem setiap bulan Rp 9.000, tapi yang Rp 2.000 untuk rukunan abdi dalem," ucap Ki Lurah Mangkuprayitno yang mengaku sebagai abdi dalem ia merasakan perasaan senang, dan tentram.
Mendapat penjelasan soal besaran gaji abdi dalem tersebut, rombongan wartawan dari luar negeri hanya terheran-heran sambil menggeleng-gelengkan kepala seperti tidak percaya.
Bagaimana mereka bisa hidup hanya dengan gaji Rp 7.000. Ternyata untuk menghidupi istri dan seorang anaknya, Ki Lurah mengaku di rumahnya punya usaha ternak 1 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Di Kraton para abdi dalem tidak perlu lagi mikir jajan untuk makan, karena untuk makan sehari sudah disediakan kraton.
Hal senada disampaikan Ki Jajar Mangkutiyanto (45) yang duduk berjaga di sebelah Ki Lurah. Sebulan ia mendapat uang gaji Rp 6.000 atau setara dengan harga satu liter bensin sekarang.
"Alhamdulillah, meskipun kekocah saya cuma Rp 6.000 sebulan cukup untuk hidup. Kalau ada kebutuhan mendesak ada saja rezeki. Saya sekeluarga juga merasa mendapat berkah Pangeran dari pengabdian saya di kraton," ungkap penduduk Kecamatan Minggir Sleman yang setiap hari harus naik sepeda ontel dari rumahnya menempuh jarak sekitar 25 km untuk sampai ke Kraton Yogya. Ia biasa masuk kerja jam 8 pagi dan pulang jam 8 pagi hari berikutnya..(ahmad suroso)
Dimuat Tribun Batam edisi Senin, 26 Mei 2008

Senin, 12 Mei 2008

Bunuh Diri Pikirkan Kenaikan Harga BBM

PLESETAN yang pernah dipopulerkan dalam program hiburan dan berita parodial dari panggung politik nasional dilayar kaca sebuah televisi nasional bertajuk "Republik BBM (Benar-benar Mabok)" beberapa tahun lalu tampaknya pas untuk menggambarkan situasi masyarakat sekarang, menyusul pengumuman pemerintah akan menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) awal Juni 2008.
Rencana kenaikan harga BBM yang jauh-jauh hari sudah diumumkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu selain memunculkan keresahan, kepanikan masyarakat dan mengundang spekulan juga Benar Benar membuat masyarakat Mabok. Bahkan bukan sekadar mabok, tapi di tengah-tengah keputusasaan orang-orang kecil, sampai ada yang menyikapinya dengan cara tragis, bunuh diri.
Seperti dilansir oleh sebuah harian ibukota akhir pekan kemarin. Berita utama Pos Kota Sabtu (10 Mei 2008) berjudul “5 Warga Bunuh Diri” itu mengungkapkan, dalam waktu hampir bersamaan, di tempat terpisah, lima warga Kabupaten Serang, Banten, ditemukan mati karena bunuh diri. Dua di antaranya karena masalah kesulitan ekonomi, bahkan ada yang spesifik menyebut karena rencana kenaikan harga BBM.
Dua warga itu adalah Jamaksari (32) dan Ma’mun (59). Yang membuat hati trenyuh, pengakuan Jamaksari mengapa memutuskan bunuh diri dengan menggantung diri di dahan pohon. Sehari sebelumnya, korban sempat berkeluh kesah kepada para tetangga, bahwa ia sangat terpukul dengan rencana kenaikan harga BBM.
“Sekarang saja hidup saya susah, karena miskin. Apalagi nanti, kalau harga minyak dan bensin jadi naik, tambah susah lagi. Saya sudah tak tahan hidup, malu sama keluarga, pingin mati saja,” kata Jamaksari, seperti dituturkan para tetangganya.
Dalam surat wasiat yang ditemukan di saku korban, Jamaksari berpesan (pada istrinya), “Neng, titip anak. Kakak sudah tidak tahan lagi. Inilah yang bisa saya titipkan. Jamak minta tobat. Ibu, semuanya, jangan menyalahkan siapa-siapa. Ini murni bunuh diri, nebus dosa. Salam untuk bapak, uwak, sekalian.”
Jamaksari hanyalah segelintir contoh dari jutaan rakyat Indonesia, yang akan terpukul keras oleh kenaikan harga BBM. Sedikit gejolak ekonomi saja sudah bisa membuat kehidupan mereka dan keluarganya ambruk. Apalagi rencana kenaikan BBM sudah diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Para pemimpin bangsa harusnya sadar, setiap langkah dan kebijakan yang mereka ambil punya dampak besar, bahkan bisa sangat fatal, pada kehidupan rakyat. Jangan hanya pandai beretorika, tapi tengoklah jutaan Jamaksari lainnya beserta keluarganya yang nasibnya patut kita perhatikan.
Lihatlah, betapa kebijakan tidak populis akan menaikkan harga BBM sampai sekitar 30 persen telah memicu gelombang protes di berbagai kota. Kenaikan 30% itu artinya premium mesti dibayar dengan harga Rp 6200-an. Secara psikologis, ini harga yang sangat bisa membuat banyak orang senewen. Kenaikan setinggi ini pastinya bakal mengundang protes dan perlawanan dari banyak pihak.
Toh, begitu, pemerintah sepertinya begitu yakin. Seperti dikatakan Wapres Jusuf Kalla. Menurut dia, kenaikan BBM tak bakal menimbulkan gejolak. Itu karena pemerintah mengimbangi kenaikan harga dengan menerapkan bantuan langsung tunai (BLT) sebagai senjata pamungkas meredam kemarahan masyarakat. Apalagi, BLT kali ini lebih menggoda. Selain duit tunai, juga ada paket sembako seperti beras dan minyak goreng.
Tapi, sejumlah kalangan menganggap, kekuatan terbesar BLT justru pada kemampuannya untuk mengalihkan konflik ke tingkat horizontal. Perhatian masyarakat miskin akan tercurah kepada aparat terbawah dari mulai lurah/kades hingga ketua RT. Ini terkait dengan penetapan keluarga miskin, yang berpotensi memancing penyimpangan data. Ini yang harus diwaspadai, karena ini akan menjadi menohok balik pemerintah. (ahmad suroso)

Dimuat di Tribun Corner, 13 Mei 2008

Jumat, 11 April 2008

Antony Salim dibalik Suap Sekda Bintan!?

SUDAH dua hari ini masyarakat Kepulauan Riau khususnya disuguhi oleh drama penangkapan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Drs Azirwan MSi oleh lembaga 'superbody' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Rabu (9/4) pukul 02.00 dinihari. Azirwan ditangkap saat memberi suap kepada anggota Komisi IV DPR RI, Al Amin Nasution, suami dari artis dangdut Kristina.

Selain Amin, dan Azirwan juga ditangkap staf ahli Bupati Bintan, Edi Pribadi, seorang wanita bernama Eifel yang disebut-sebut oleh KPK sebagai PSK. Dari tangan Al Amin KPK menyita uang Rp 4 juta, sedangkan di mobilnya ditemukan uang Rp 67 juta. Belakangan KPK menyatakan menemukan uang 33 ribu dolar Singapura (setara Rp 214,5 juta) di lokasi penangkapan

Muncul pertanyaan dari mana uang yang dipakai Azirwan untuk menyuap Amin, terkait dengan pengalihan fungsi hutan lindung di Bintan Bunyu. Menurut informasi yang dikumpulkan Tribun, ada dana sekitar 10 miliar yang disediakan untuk keperluan melobi DPR dan Departemen Kehutanan

Uang tersebut diambilkan dari setoran para investor Central Bisnis Distrik (CBD) yang nantinya akan menempati sebagian dari lahan hutan lindung. Total dana yang telah disetorkan investor untuk keperluan pembebasan tanah dan perolehan hak sebesar Rp 100 miliar.

Menurut sebuah sumber, dari dana Rp 10 miliar yang dicadangkan untuk keperluan lobi, Rp 5 miliar dialokasikan untuk DPR sedangkan Rp 5 miliar untuk Departemen Kehutanan. Uang sekitar Rp 2 miliar telah disalurkan kepada oknum di Komisi IV DPR, sehingga masih tersisa Rp 3 miliar. "Prosedur formal tetap dilaksanakan, namun untuk memperepat prosesnya perlu melakukan lobi menggunakan uang," ujar sumber itu.

Informasi itu klop dengan penjelasan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin. Menurut Jasin suap yang diberikan Azirwan kepada Al Amin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, tidak siginifikan. Jasin menambahkan, Azirwan menjanjikan uang Rp 3 miliar kepada Amin.

Berdasarkan penelusuran Tribun, saat ini sudah ada tiga perusahaan asal Singapura dan satu perusahaan berpusat di Jakarta, membentuk konsorsium untuk berinvestasi di kawasan Bintan Bunyu. Investor mendesak Pemkad Bintan segera menyelesaikan soal lahan agar bisa dijadikan jaminan di sebuah bank di Singapura.

Sejauh ini belum terungkap darimana uang miliaran untuk menyuap Dephut dan anggota DPR RI. Para tersangka maupun KPK dan sumber lain belum ada yang mau buka-bukaan soal sumber dana suap tersebut. Tentu ini mengundang rasa penasaran dan ketidakpuasan pembaca.

Tetapi dengan adanya penemuan uang 33 ribu dolar Singapura mengindikasikan kuatnya dugaan keterlibatan pengusaha di Singapura dibalik aksi suap tersebut. Siapa pengusaha tersebut? Menurut perbincangan saya dengan pengamat intelijen Jakarta, yang sering dimintai jasanya oleh BIN dan petinggi di Mabes TNI, Polri, aparat hukum lainnya, di Batam Jumat kemarin, pewaris taipan bisnis Lim Siau Liong, Antony Salim yang kini bermukin di Singapura yang menyiapkan uang pelincin melalui orang2 kepercayaannya.

Karena Antony Salimlah yang berada di balik investor CBD yang nantinya akan menempati sebagian dari 6500 hektare lahan hutan lindung di Bintan berkepentingan alihfungsi itu segera mempunyai payung hukum sehingga ambisinya mengembangkan imperium bisnis di Bintan cepat terealisir. Dan alihfungsi tersebut kini sudah di depan mata, karena Komisi IV DPR RI sudah menyetujui alihfungsi itu pada 8 April 2008, sehari sebelum Amin dan Azirman ditangkap KPK. Karena DPR sudah menyetujui, Menhut tinggal mengeluarkan SK agar investasi itu segera diwujudkan.

Namun, meskipun DPR dan Menhut sudah menyetujui, delik hukum dugaan suap yang ditangani KPK so pasti tetap akan menggelending dan siap memakan korban baru. Bentu bukan hanya Sekda Bintan dan dua orang kepercayaannya yang bermain dibalik suap tersebut. Dugaan keterlibatan orang-orang DI ATAS Azirwan menjadi cukup beralasan. Jadi siapa lagi yang akan dicokok oleh KPK? Kita tunggu saja perkembangan penyidikan di KPK. Bravo KPK!! (Ahmad Suroso)

Jumat, 22 Februari 2008

Masuk 10 Karya Terbaik Lomba Penulisan RUU AP

22 Februari 2008
JUMAT malam (22/2) sekitar jam 9, Pak Camat, panggilan Agus Sumarwah, wartawan Tribun Batam di Biro Tanjungpinang ngontak aku lewat YM (Yahoo Mesenger)ku, roso_tribun@yahoo.com.
"Malam mbah, selamat ya. Tulisan mbah RUU AP Spirit Baru Reformasi Birokrasi memenangkan lomba, masuk 10 karya terbaik dari 99 karya tulis yang dinilai dewan juri. Saya baca di milis AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia-red)," ungkap Marwah yang biasa memanggil namaku, dengan sebutan mbah..
"Ah yang benar Wah, mana alamat milisnya AJI".
"Ini milisnya aku forward ke email mbah sekarang."
Sekian menit kemudian, milis AJI itu sudah masuk ke emailku. Ketika aku buka ternyata memang benar, karya tulisku yang aku muat berseri di Tribun Batam edisi 29-30-31 Januari 2008 lalu masuk 10 karya terbaik nomor 7 pilihan dewan juri.
Meskipun hanya masuk di nomor urut 7 dari 99 karya yang dinilai tim juri lomba penulisan jurnalistik berhadiah total Rp 27 juta itu, aku tetap bersyukur. Ya setidaknya karyaku yang juga aku posting di blogku ini dihargai para dewan juri tingkat nasional. Aku blom tahu, apakah hanya masuk 7 besar karya terbaik masih dapat hadiah duit. Tapi sesuai dengan pengumuman panitia, minimal karyaku yang masuk 10 tulisan terbaik akan "diapresiaikan" dalam bentuk penerbitan buku oleh Kementerian PAN-SfGG GTZ bulan Maret 2008 besok.

Inilah siaran lengkap panitia lomba yang dimuat di Milis AJI 22 Februari 2008:
SIARAN PERS
PANITIA LOMBA PENULISAN JURNALISTIK RUU ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
KERJASAMA KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA-SfGG GTZ-AJI
JAKARTA

Jakarta, 22 Februari 2008
Berdasarkan penilaian tim juri yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunan Aparatur Negara Kep/234/M.PAN/ 9/2007 dalam Lomba Penulisan Jurnalistik untuk wartawan Media Pers Cetak dan Media On-Line tentang RUU Administrasi Pemerintahan, maka pada tanggal 21 Februari 2008 setelah memperhatikan bobot penilaian dari 99 karya tulis, disepakati
pemenang lomba adalah:
1. Sutta Dharmasaputra dengan judul tulisan “Administrasi Pemerintahan Kunci Benahi Birokrasi, RUU AP Kado Pemerintah dan DPR untuk 10 Tahun Gerakan Reformasi” dari Koran KOMPAS.
2. Sidik Pramono dengan judul tulisan “Membentuk Sistem Berbatas Waktu” dari Koran KOMPAS
3. Ibnu Yunianto dengan judul tulisan “Mengasah Taji PTUN dengan RUU Administrasi Pemerintahan Upaya Perkuat Eksekusi Pengadilan TUN” dari Koran Jawa Pos.
Karya ketiga juara tersebut diatas secara otomatis masuk dalam daftar 10 besar karya terbaik yang dipilih dewan juri.
Tujuh karya lain yang masuk dalam 10 besar adalah:
1. Mardani Malemi dengan judul tulisan “UU AP untuk Gaya Kepemimpinan Irwandi/Nazar” dari Koran Rakyat Aceh.
2. Ahmad Fitri dengan judul tulisan “Berharap Pemerintah Makin Membuka Diri” dari Harian Riau Pos.
3. Heri S Soba dengan judul tulisan “Sebuah Awal dari Reformasi Birokrasi” dari koran Suara Pembaruan.
4. AHMAD SUROSO dengan judul tulisan “RUU AP Spirit Baru Reformasi Birokrasi” dari koran Tribun Batam.
5. Eko Yanche Edrie dengan judul tulisan “Menyambut UU Administrasi Pemerintahan Menuju Perubahan Paradigma Penyelenggara Pemerintahan” dari Harian Umum Haluan.
6. Sawir Pribadi dengan judul tulisan “UU AP dan Kepastian untuk Rakyat” dari Harian Singgalang.
7. M Yamin Panca Setia dengan judul tulisan “Birokrasi Menelurkan PNS Kompetitif” dari koran Jurnal Nasional
Selanjutnya tim juri menetapkan juara favorit lomba jurnalistik yakni peserta yang mengirimkan artikel terbanyak dengan nilai tinggi adalah:
- M Yamin Panca Setia dari koran Jurnal Nasional
Kesepakatan sebagaimana tersebut diatas didasarkan pada hasil penilaian berdasarkan kriteria:
- Teknik Penulisan(bobot nilai 30%), Substansi (bobot nilai 40%), Relevansi dengan kasus yang ditulis ( bobot nilai 30%).
Penetapan juara ini disepakati oleh tim juri yang terdiri dari:
1. Ketua tim juri: Eko Prasojo (Guru Besar FISIP Universitas Indonesia)
2. Sekretaris: Hoky Siregar (SfGG GTZ)
3. Anggota: Jusuf Hariri (Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara)
4. Anggota: Atmakusumah Astraatmadja (Jurnalis Senior)
5. Anggota: Bivitri Susanti (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan)
Penjurian final telah dilakukan di Kantor Kementerian Negara PAN di Jakarta, pada 21 Januari 2008.
Penyerahan hadiah untuk juara 1,2,3 dan juara favorit akan dilakukan pada Bulan Maret mendatang (tanggal menyusul) dan diserahkan langsung oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi bersamaan dengan acara diskusi dan peluncuran buku tentang RUU AP.
Demikian siaran pers ini, untuk keterangan lebih lanjut terkait lomba dapat menghubungi:
1. Ketua Tim Juri: Eko Prasojo (08151641171)
2. Kementerian Negara PAN: Jusuf Hariri (0816745709)
3. Panitia Lomba: Desy Saputra (0818460676/ 021-93105568)

Hormat Kami,

Desy Saputra
(Panitia Lomba)

Senin, 04 Februari 2008

Wartawan Juga (seperti) Nabi


"TUGAS wartawan sebenarnya tidak bedanya dengan Nabi," kataku mengawali dialog di depan 30 siswa/siswi pengurus OSIS Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kartini, Seraya, Batam yang mengunjungi Tribun Batam, Senin (4/2) siang. Mendengar pernyataan tersebut, para siswa langsung menunjukkan antusiasme yang tinggi.

"Bukankah para nabi tugasnya menyampaikan berita atau firman Tuhan untuk umatnya," ujarku lagi di depan para siswa yang didampingi dua guru pembimbing, Haryanto S.Pd dan Trisno S. Pd yang ingin mengetahui dan melihat langsung mekanisme kerja redaksi dan proses cetak harian Tribun Batam.

Serupa tapi tak sama. Serupanya sama-sama menyampaikan kabar. Para nabi, misalnya Nabi Musa As menyampaikan kabar dari Tuhan melalui kitab suci Taurat, Nabi Dawud As melalui kitab suci Zabur, Nabi Isa As lewat Al-kitab Injil, Nabi Muhammad SAW menyampaikan firman Allah melalui kitab suci Alquran. Begitu juga dengan sang Buddha Siddharta Gautama menyampaikan kabar atau firman Tuhan melalui kitab suci Tripitaka.

Nah wartawan, tugas utamanya juga menyampaikan kabar berita. Sama-sama menyampaikan kabar, hanya saja kebenaran firman/sabda Tuhan melalui kitab suci yang dibawa masing-masing nabi tersebut adalah mutlak menurut keyakinan pemeluk agama masing-masing.

Firman Tuhan bisa dianalogkan dengan surat yang berasal dari Tuhan. Siapa yang disurati? Tentu saja manusia ciptaanNya. Namun bila kita cermati, hal ini jarang disadari oleh manusia bahwa kita disurati oleh Tuhan. Buktinya, kitab-kitab suci itu jangankan dipahami dan diamalkan, dibuka dan dibaca saja jarang. Kebanyakan hanya hanya menjadi pajangan di rak buku atau hanya disimpan di lemari.

"Tapi coba kalau kita mendapat surat cinta dari pacar, wah ini disambut antusias, cepat-cepat dibaca berulang-ulang, diciumi, setelah dibaca terus disimpan di tempat khusus," kelakarku yang disambut dengan senyum dan tawa para ABG (anak baru gede) tersebut.

Sedangkan kebenaran kabar yang dibawa wartawan tidak menutup kemungkinan salah, atau kurang akurat karena informasinya berasal dari mahluk Tuhan yang tidak luput dari kesalahan.
Maka untuk menghindari kesalahan dan tuntutan hukum, wartawan perlu melakukan cek and ricek, cover both side (berimbang), sampai bila perlu memverifikasi keakuratan data yang diperoleh dan ditulisnya.
Antusias yang sangat tinggi juga diperlihatkan oleh murid-murid SMK Kartini, saat diberi penjelasan dunia kejurnalistikan sampai ke proses cetak koran. Mereka mendengarkan dengan cermat saat aku selaku Koordinator Liputan Tribun, memberikan materi bersama redaktur Mairi Nandarson.
"Tadi setelah mendengarkan dari awal bagaimana cara kerja seorang wartawan, berarti kerjanya dua puluh empat jam dong, pak?" tukas Chandra bertanya.
"Bisa iya, bisa tidak. Iya, artinya wartawan harus siap 24 jam sewaktu-waktu ada kejadian. Misalnya saat sedang enak-enaknya tidur, tiba-tiba pukul 2 dinihari redaktur menelpon ada kebakaran di sebuah ruko, maka wartawan bersangkutan mau tidak mau harus terjun ke lapangan saat itu juga," jawabku.

Setelah satu setengah jam mendengarkan penjelasan dan berdialog di ruang rapat redaksi, murid- murid SMK ini beralih ke ruangan komputer. Di ruangan ini mereka memperhatikan secara seksama bagaimana seorang disain grafis sedang membuat gambar untuk kebutuhan koran Tribun. "Saya benar kagum dengan koran Tribun, selain gambarnya bersih, beritanya singkat dan padat. Jadi kami mudah untuk memahami," ujar seorang murid yang mengaku kalau dia pecinta berita olah raga Superball koran Tribun.  (Ahmad Suroso)
 

Rabu, 30 Januari 2008

Potret Buruknya Birokrasi Indonesia (3-Habis)

RUU AP Spirit Baru Reformasi Birokrasi

Pejabat administrasi pemeritahan wajib memberikan akses dan kesempatan kepada pihak-pihak terlibat untuk melihat dokumen administrasi pemerintahan yang dapat mendukung kepentingannya

BAGAIMANAPUN, pelayanan publik yang baik dan masyarakat mendapatkan kepuasan dari pelayanan tersebut merupakan kata kunci dan tantangan birokrasi. Sebab dewasa ini, birokrasi berhadapan dengan mekanisme pasar yang bersifat terbuka, sebagai konsekuensi dari tuntutan zaman dalam era persaingan bebas.

Karena itu bila kita tidak ingin tertinggal dengan sepak terjang negara-negara jiran yang ekspansif dan terus memperbarui pelayanan yang terbaik untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, maka reformasi birokrasi menjadi suatu keniscayaan.

Untuk mempercepat reformasi birokrasi dan kelihatan hasilnya, maka birokrasi harus bekerja dengan skala prioritas, ukuran yang jelas, serta mengikuti tahapan yang telah ditetapkan.
Untuk mempercepat laju proses reformasi birokrasi kini pemerintah sudah merampungkan Rancangan Undang-undang Administrasi Pemerintahan (RUU AP) yang segera diserahkan pemerintah ke DPR. Kini RUU AP telah masuk dalam program legislasi nasional yang menunjukkan keseriusan para wakil rakyat untuk melakukan percepatan reformasi birokrasi.

RUU AP inilah yang nantinya akan dipakai sebagai dasar hukum bagi pejabat administrasi pemerintahan dalam menetapkan tindakan dan keputusan. Artinya semua tindakan dan keputusan pejabat badan administrasi pemerintahan harus memikiki dasar hukum dan tidak didasarkan pada kewenenang-wenangan serta menyalahgunakan wewenang.
Oleh karena itu, jika RUU AP ini telah ditetapkan menjadi UU-AP, pejabat administrasi pemerintahan harus melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam setiap tindakan dan keputusan di bidang administrasi.

Pedoman dasar dalam proses pengambilan tindakan dan keputusan pejabat/badan tersebut antara lain, wajib menerapkan asas-asas umum pemerintahan yang baik, menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan sesuai tugas dan kewenangannya, dan melindungi, mendengar pendapat dan tidak merugikan hal-hak perorangan.

Beberapa instrumen yang secara substantif menjadi dasar reformasi birokrasi dalam RUU-AP adalah upaya untuk menghindari conflct of interest (pasal 12,13,14), menerapkan prinsip-prinsip partisipasi (pasal 19), menciptakan transparansi (pasal 20), dan membatasi kewenangan diskresi pejabat.
Pelaksanaan UU AP ini juga mensyaratkan adanya reformasi dalam bidang kepegawaian. Tetapi yang terpenting, sebaik apapun RUU-AP dirumuskan, masih membutuhkan dukungan semua pihak, baik dalam proses perumusan, pembahasan di DPR. dan proses pelaksanaannya.
Karena RUU-AP ini memiliki dimensi perubahan yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan menutup peluang korupsi, kolusi dan nepotisme yang sampai kini masih menjadi budaya birokrasi di Indonesia yang sulit dihilangkan.

Bagian terpenting dari UU ini adalah pengaturan asas-asas umum pemerintahan yang baik yang menjadi hak, wewenang, kewajiban dan tanggungjawab yang wajib dijalankan oleh pejabat administrasi pemerintahan. Di sini diatur soal 20 asas-asas umum pemerintahan yang baik.
Asas dimaksud terdiri atas, asas kepastuan hukum, asas keseimbangan, kesamaan, kecermatan, motivasi, asas tiak melampaui dan atau mencampuradukkan kewenangan, bertindak yang wajar, keadilan, kewajaran dan kepatutan, asas menanggapi pengharapan yang wajar atau azas menepati janji, asas meniadakan akibat-akibat suat keputusan yang batal atau dibatalkan, asas perlindungan atas pandangan hidup dan atau kehidupan pribadi, asas tertib penyelenggaraan administrasi pemerintahan, keterbukaan, asas proporsionalitas, profesionalisme, akuntabilitas, kepentingan, efisien dan asas efektifitas.

RUU AP ini tampaknya cukup responsif terhadap tuntutan publik. Terbukti dengan dimasukkannya pasal (20) yang mengatur Hak Melihat Dokumen Administrasi. Di situ ditegaskan, pejabat administrasi pemeritahan wajib memberikan akses dan kesempatan kepada pihak-pihak terlibat untuk melihat dokumen administrasi pemerintahan yang dapat mendukung kepentingannya dalam pembuatan keputusan administrasi pemerintahan.

Diharapkan dengan diundangkannya RUU-AP ini nanti, tujuan untuk menciptakan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat dan dunia usaha, meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pemerintah, dan mempercepat proses pemberantasan KKN dalam birokrasi dalam dapat tercapai. Sehingga cita-cita mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat dapat terealisasi.

Selain itu, dengan dijiwai semangat reformasi birokrasi sebagaimana tertuang di dalam Undang- undang Administrasi Pemerintahan semoga benang kusut birokrasi yang menghambat finalisasi regulasi yang mengatur SEZ BBK cepat terurai, sehingga regulasi yang mengatur kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas itu dapat secepatnya selesai dan bisa diemplementasikan. (Ahmad Suroso)