HARI INI, Sabtu, 29 Agustus, anggota DPRD Kota Batam periode 2009-2014 dilantik. Lembaran baru legislatif berjumlah 45 orang ini lebih banyak diiisi wajah-wajah baru yang akan mewakili kita, rakyat, untuk menjadi lokomotif penyeimbang pembangunan daerah. Kendati ada sembilan wajah lama yang duduk kembali, kita berharap mereka punya citra baru, semangat baru, etos kerja baru, pemikiran baru untuk memajukan Batam, memenuhi harapan rakyat hingga lima tahun ke depan.
Pelantikan ini menjadi lebih bermakna bagi mereka, karena dilaksanakan di tengah kesibukan rakyat mengisi Ramadan. Kita berharap moment Ramadan ini dapat menjadi titik tolak bagi para wakil rakyat yang terhormat untuk memulai masa tugasnya untuk selalu menjunjung moral, etika, dan budaya sesuai lima sila Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia yang majemuk.
Beberapa catatan penting kita sampaikan terkait dengan para wakil rakyat terhormat tersebut yang akan memulai masa tugasnya hari ini. Pertama, selamat dan sukses kita sampaikan kepada para anggota DPRD yang terpilih melalui pesta demokrasi Pemilu Legislatif 9 April 2009. Kita berdoa dan berharap, mereka dapat mengemban amanah mewakili rakyat dengan bertanggung jawab, selalu mengingat janji-janjinya pada saat kampanye kepada konstituen untuk bekerja maksimal yang bermuara untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Kenapa hal ini kita tekankan! Karena, meskipun anggota anggota legislatif telah disumpah saat pelantikan, tak sedikit di antara mereka yang kemudian lupa diri. Enaknya berbagai fasilitas dan privilege yang diterima serta sejuknya ruang kabin mobil dinas yang diterima pimpinan dan anggota dewan kadang bisa membuat mereka lupa membawakan aspirasi rakyat. Tak sedikit yang terjerumus sampai masuk penjara gara-gara godaan uang dan jabatan.
Kita juga ingin mengingatkan, pada era otonomi daerah ini, publik menunggu peran yang lebih aktif para anggota DPRD dalam menelurkan peraturan-peraturan daerah yang bisa mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sayang, tugas strategis tersebut justru sering terabaikan. Terbukti dari banyaknya raperda di berbagai daerah yang saat ini mangkrak di gedung dewan karena tak kunjung disentuh.
Hal lain yang perlu disadari, dalam pemilu 9 April lalu, seleksi internal partai politik yang kurang ketat dan tidak melibatkan calon pemilih, menyisakan jarak antara caleg terpilih dan konstituen. Banyak caleg sulit dilacak rekam jejaknya sehingga boleh jadi dipilih karena ketidaktahuan pemilih tentang sosok caleg yang sesungguhnya.
Menghadapi kenyataan ini, tak ada cara terbaik untuk menepis semua keraguan tadi, kecuali menjawabnya lewat unjuk kerja yang baik dan komitmen yang tak tergoyahkan. Istiqomah (kukuh) mengemban amanah dan memelihara kemurnian niat akan menjadi kompas dalam mengarungi medan politik yang kelabu.
Kita juga berharap, para anggota dewan terpilih yang baru dilantik untuk belajar cepat untuk memahami persoalan yang dihadapi masyarakat dan berikhtiar sepenuh hati mencari solusi terbaik untuk menanganinya. Ini akan menjadi kartu truf yang menentukan kinerja wakil rakyat. Lebih dari itu, penghayatan wakil rakyat atas masalah keseharian konstituennya akan menolong mereka dalam mengalkulasi tindakan politik yang benar-benar mungkin dari tindakan yang sekadar perjudian politik belaka.
Terakhir, para wakil rakyat harus membuka saluran dan menjalin komunikasi yang efektif serta memelihara kontak dengan pemilih. Penyakit 'kacang lupa kulit' harus dibuang jauh-jauh agar kehormatan tetap melekat. Semoga (*)
Tribun Corner, 30 Agustus 2009
Jumat, 28 Agustus 2009
Misteri Aliran Dana Terorisme
SUDAH hampir sepekan penyelidikan tim Densus 88 terhadap dugaan keterlibatan Ali Muhammad Bin Abdullah alias Ali Abdullah dalam pendanaan untuk pengeboman di Hotel JW Marriot-Ritz Carlton berlangsung, tetapi masih belum menemukan titik terang. Apakah pria asal Riyadh, Arab Saudi yang ditangkap tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri pada 17 Agustus lalu di wilayah Nagrek, Jawa Barat itu memfasilitasi pendanaan dari luar negeri untuk pengeboman tersebut atau tidak.
Sumber Tribun menjelaskan, beberapa bulan sebelum pengeboman di hotel JW Marriott-Ritz, Ali Abdullah pergi ke luar negeri bersama Syaifudin Zuhri, perekrut Dani yang dijadikan pengebom bunuh diri di hotel tersebut, dan seseorang yang belum diungkap namanya. Ali menginap bersama warga negara Yaman di Marriott kamar 1621 dan check out dari Hotel 17 Juli 2009 sebelum bom meledak. Ali juga tercatat beberapa kali melakukan kontak dengan penghuni kamar 1808, tempat Dani Dwi Permana menginap.
Tertangkapnya Ali semakin menguatkan dugaan adanya aliran dana dari luar negeri untuk aksi-aksi pengeboman di Indonesia, termasuk bom Marriot-Ritz Carlton. Seperti disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencurigai beberapa aliran dana teroris di dalam negeri.
Transaksi-transaksi mencurigakan itu ditemukan di sepuluh kota pada belasan bank ternama yang mencapai 80 transaksi selama kurun 2004-2009, nilainya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sepuluh kota, tempat temuan transaksi mencurigakan itu antara lain Jogja, Makassar, Bekasi, Solo, Poso dan Jakarta.
Namun seperti diakui Ketua PPATK, Yunus, dan mantan Kepala Densus 88, Surya Dharma, tidak mudah untuk mengendus aliran dana terorisme. Karena para teroris memiliki pengetahuan memadai tentang sistem transaksi perbankan. Mereka tidak mau menggunakannya, karena mudah terdata. Mereka pakai sistem cash (tunai) dan carry (jinjing) oleh kurir yang sulit terdeteksi.
Sistem transfer mereka memakai mekanisme hawala, yakni pencairan uang tanpa melalui bank atau transaksi elektronik antarnegara. Teknisnya, misalnya A dari Pakistan hendak kirim uang ke B di Indonesia. Si A menggunakan jasa X di Pakistan, lalu si X menghubungi Y yang merupakan jaringannya di Indonesia. Si Y inilah yang memberikan uang kepada B. Utang piutang X dan Y diselesaikan belakangan.
Contohnya, pada aksi bom Marriot 2003, Hambali yang kini berada di penjara Guantanamo, Kuba, melalui Rusman, menghubungi Ammar Al Baluchi di Pakistan untuk memberikan US$ 50 ribu kepada Zubair --warga Malaysia yang ditangkap di Thailand dan kini di penjara Guantanamo, di Thailand. Dana itu diambil Zubair melalui jaringan Al-Baluchi di Bangkok. Dari Bangkok, uang dibawa secara tunai ke Indonesia via Malaysia. Info kucuran dana asing itu berasal dari acara pemeriksaan Ali Ghufron alias Muchlas dan Rusman Gunawan -- adik Hambali.
Mengingat pola-pola transaksi keuangan para teroris banyak dilakukan secara cash and carry, aparat keamanan mulai dari polisi, bea cukai, angkatan laut, pelabuhan di wilayah perbatasan, termasuk Provinsi Kepri harus lebih waspada dan ketat lagi menjaga jalur nonbank melalui akses transportasi laut dan darat.
Tetapi meskipun semua jalur laut dan darat nonbank tertutup rapat, kewaspadaan bank, penyedia jasa keuangan (PJK) lain seperti money changer, serta PPATK tak boleh lengah dan kendur dalam mengawasi dan menganalisis setiap transaksi keuangan yang mencurigakan. Diperlukan kerja sama dengan jararan Polri, khususnya Densus-88. Karena bukan tak mungkin mereka akan kembali menggunakan jalur perbankan untuk menjalankan aksinya. (*)
Tribun corner, 28 Agustus 2009
Sumber Tribun menjelaskan, beberapa bulan sebelum pengeboman di hotel JW Marriott-Ritz, Ali Abdullah pergi ke luar negeri bersama Syaifudin Zuhri, perekrut Dani yang dijadikan pengebom bunuh diri di hotel tersebut, dan seseorang yang belum diungkap namanya. Ali menginap bersama warga negara Yaman di Marriott kamar 1621 dan check out dari Hotel 17 Juli 2009 sebelum bom meledak. Ali juga tercatat beberapa kali melakukan kontak dengan penghuni kamar 1808, tempat Dani Dwi Permana menginap.
Tertangkapnya Ali semakin menguatkan dugaan adanya aliran dana dari luar negeri untuk aksi-aksi pengeboman di Indonesia, termasuk bom Marriot-Ritz Carlton. Seperti disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencurigai beberapa aliran dana teroris di dalam negeri.
Transaksi-transaksi mencurigakan itu ditemukan di sepuluh kota pada belasan bank ternama yang mencapai 80 transaksi selama kurun 2004-2009, nilainya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sepuluh kota, tempat temuan transaksi mencurigakan itu antara lain Jogja, Makassar, Bekasi, Solo, Poso dan Jakarta.
Namun seperti diakui Ketua PPATK, Yunus, dan mantan Kepala Densus 88, Surya Dharma, tidak mudah untuk mengendus aliran dana terorisme. Karena para teroris memiliki pengetahuan memadai tentang sistem transaksi perbankan. Mereka tidak mau menggunakannya, karena mudah terdata. Mereka pakai sistem cash (tunai) dan carry (jinjing) oleh kurir yang sulit terdeteksi.
Sistem transfer mereka memakai mekanisme hawala, yakni pencairan uang tanpa melalui bank atau transaksi elektronik antarnegara. Teknisnya, misalnya A dari Pakistan hendak kirim uang ke B di Indonesia. Si A menggunakan jasa X di Pakistan, lalu si X menghubungi Y yang merupakan jaringannya di Indonesia. Si Y inilah yang memberikan uang kepada B. Utang piutang X dan Y diselesaikan belakangan.
Contohnya, pada aksi bom Marriot 2003, Hambali yang kini berada di penjara Guantanamo, Kuba, melalui Rusman, menghubungi Ammar Al Baluchi di Pakistan untuk memberikan US$ 50 ribu kepada Zubair --warga Malaysia yang ditangkap di Thailand dan kini di penjara Guantanamo, di Thailand. Dana itu diambil Zubair melalui jaringan Al-Baluchi di Bangkok. Dari Bangkok, uang dibawa secara tunai ke Indonesia via Malaysia. Info kucuran dana asing itu berasal dari acara pemeriksaan Ali Ghufron alias Muchlas dan Rusman Gunawan -- adik Hambali.
Mengingat pola-pola transaksi keuangan para teroris banyak dilakukan secara cash and carry, aparat keamanan mulai dari polisi, bea cukai, angkatan laut, pelabuhan di wilayah perbatasan, termasuk Provinsi Kepri harus lebih waspada dan ketat lagi menjaga jalur nonbank melalui akses transportasi laut dan darat.
Tetapi meskipun semua jalur laut dan darat nonbank tertutup rapat, kewaspadaan bank, penyedia jasa keuangan (PJK) lain seperti money changer, serta PPATK tak boleh lengah dan kendur dalam mengawasi dan menganalisis setiap transaksi keuangan yang mencurigakan. Diperlukan kerja sama dengan jararan Polri, khususnya Densus-88. Karena bukan tak mungkin mereka akan kembali menggunakan jalur perbankan untuk menjalankan aksinya. (*)
Tribun corner, 28 Agustus 2009
Senin, 10 Agustus 2009
Kejanggalan Dibalik Penyergapan Teroris
RAKYAT Indonesia patut bersyukur dan memberikan penghargaan kepada pihak kepolisian khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror yang telah menunjukkan keseriusannya dalam memberantas terorisme. Mereka berhasil menyergap dan melumpuhkan teroris jaringan Noordin M Top di Bekasi, Jabar, dan Temanggung, Jawa Tengah pada hari yang sama, Sabtu (8/8).
Tiga teroris tewas ditembak, dua orang Perumahan Puri Nusa Phala, Jatiasih, Bekasi, seorang lainnya yang diduga gembong teroris paling dicari, Noordin M Top di Desa Beji, Kecamaan Kedu, Kabupaten Temanggung. Penyergapan di Temanggung berlangsung dalam suasana dramatik dan menegangkan hampir 18 jam lamanya disertai tembak-menembak dan disaksikan langsung oleh masyarakat dari kejauhan.
Sementara dari penyergapan di Bekasi. ditemukan bahan material bom seberat 500 Kg yang direncanakan untuk melakukan serangkaian pengeboman di Jakarta, di antaranya targetnya, Istana Presiden, dan kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor pada pertengahan Agustus mendatang, serta Gedung Komisi Pemilihan Umum )KPU di Jalan Diponegoro, Jakarta.
Namun, dibalik kesuksesan kepolisian melakukan penyergapan di dua tempat persembunyian teroris di Bekasi dan Temanggung, menyisakan sejumlah pertanyaan yang mengusik akal sehat sebagian publik dan pengamat intelijen, mulai dari penyisiran sampai saat penyergapan sejumlah orang yang diduga teroris di Temanggung.
Kejanggalan pertama, pada pemilihan lokasi tempat persembunyian Noordin. Tempat yang digerebek di Temanggung kemarin sudah pernah steril oleh Polisi dan itu bukan kebiasaan Noordin mendatangi tempat yang sudah disteril. Biasanya dia langsung memutus hubungan dengan tempat tersebut.
Jaringan Noordin sulit terlacak, karena mereka hidupnya selalu di luar lokasi Based Transciever Station (BTS). Untuk komunikasi, mereka mempunyai alat komunikasi yang mempunyai frekuensi sendiri yang sulit terlacak. Noordin selain dikenal sebagai ahli bom juga pakar di bidang TI.
Kejanggalan kedua, keberadaan Noordin yang sendirian di dalam rumah tanpa disertai dengan pengawalan. Padahal, selama ini, kemana-mana Noordin selama dikawal oleh beberapa orang. Kejanggalan lainnya sosok yang diduga Noordin yang tidak memakai bom rompi. Sebab, dalam keadaan apapun, Noordin pasti menggunakan bom rompi. Lebih tak masuk akal lagi, ketika lelaki itu tertembak, terdengar suara aduh dan minta tolong. Bila benar dia adalah anggota jaringan Noordin tentunya jeritan yang terdengar adalah suara takbir.
Pertanyaan lainnya, untuk menyergap seorang teroris di rumah yang disampingnya terdapat bukit yang sangat membantu puluhan sniper untuk menembak mati sasaran, kenapa Densus 88 membutuhkan waktu sampai 18 jam lamanya, dan harus menghujani dengan rentetan tembakan dari malam sampai pagi ke rumah tersebut hingga atap genteng dan tembok hancur berantakan.
Lalu dari dokumen foto lelaki yang tertembak petugas Densus 88 dalam kondisi kepala terbelah mulai dari atas hidung ternyata sama sekali tidak ada kemiripannya dengan foto-foto Noordin yang selama ini disebar polisi. Polisi mengaku masih harus mencocokan dengan DNA anak Noordin untuk memastikan apakah pria itu Noordin atau bukan.
Memang tidak mudah untuk memberantas teroris di Indonesia. Karena hidup mereka seperti rumput, dipangkas, tumbuh lagi, ditebas tumbuh lagi rumputnya, sebab mereka mempunyai sel- sel yang siap menampung dan melindungi. Karena itu untuk memerangi teroris, maka tak ada salahnya, Densus 88 menggandeng tentara, yang sudah teruji punya pengalaman luas didalam memerangi teroris sejak zaman perang kemerdekaan.
Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan untuk melapor ke pihak kepolisian bila menjumpai pendatang di lingkungannya yang sikapnya mencurigakan dan perilakunya aneh. (ahmad suroso)
Tribun Corner, Senin, 10 Ags 2009
Tiga teroris tewas ditembak, dua orang Perumahan Puri Nusa Phala, Jatiasih, Bekasi, seorang lainnya yang diduga gembong teroris paling dicari, Noordin M Top di Desa Beji, Kecamaan Kedu, Kabupaten Temanggung. Penyergapan di Temanggung berlangsung dalam suasana dramatik dan menegangkan hampir 18 jam lamanya disertai tembak-menembak dan disaksikan langsung oleh masyarakat dari kejauhan.
Sementara dari penyergapan di Bekasi. ditemukan bahan material bom seberat 500 Kg yang direncanakan untuk melakukan serangkaian pengeboman di Jakarta, di antaranya targetnya, Istana Presiden, dan kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor pada pertengahan Agustus mendatang, serta Gedung Komisi Pemilihan Umum )KPU di Jalan Diponegoro, Jakarta.
Namun, dibalik kesuksesan kepolisian melakukan penyergapan di dua tempat persembunyian teroris di Bekasi dan Temanggung, menyisakan sejumlah pertanyaan yang mengusik akal sehat sebagian publik dan pengamat intelijen, mulai dari penyisiran sampai saat penyergapan sejumlah orang yang diduga teroris di Temanggung.
Kejanggalan pertama, pada pemilihan lokasi tempat persembunyian Noordin. Tempat yang digerebek di Temanggung kemarin sudah pernah steril oleh Polisi dan itu bukan kebiasaan Noordin mendatangi tempat yang sudah disteril. Biasanya dia langsung memutus hubungan dengan tempat tersebut.
Jaringan Noordin sulit terlacak, karena mereka hidupnya selalu di luar lokasi Based Transciever Station (BTS). Untuk komunikasi, mereka mempunyai alat komunikasi yang mempunyai frekuensi sendiri yang sulit terlacak. Noordin selain dikenal sebagai ahli bom juga pakar di bidang TI.
Kejanggalan kedua, keberadaan Noordin yang sendirian di dalam rumah tanpa disertai dengan pengawalan. Padahal, selama ini, kemana-mana Noordin selama dikawal oleh beberapa orang. Kejanggalan lainnya sosok yang diduga Noordin yang tidak memakai bom rompi. Sebab, dalam keadaan apapun, Noordin pasti menggunakan bom rompi. Lebih tak masuk akal lagi, ketika lelaki itu tertembak, terdengar suara aduh dan minta tolong. Bila benar dia adalah anggota jaringan Noordin tentunya jeritan yang terdengar adalah suara takbir.
Pertanyaan lainnya, untuk menyergap seorang teroris di rumah yang disampingnya terdapat bukit yang sangat membantu puluhan sniper untuk menembak mati sasaran, kenapa Densus 88 membutuhkan waktu sampai 18 jam lamanya, dan harus menghujani dengan rentetan tembakan dari malam sampai pagi ke rumah tersebut hingga atap genteng dan tembok hancur berantakan.
Lalu dari dokumen foto lelaki yang tertembak petugas Densus 88 dalam kondisi kepala terbelah mulai dari atas hidung ternyata sama sekali tidak ada kemiripannya dengan foto-foto Noordin yang selama ini disebar polisi. Polisi mengaku masih harus mencocokan dengan DNA anak Noordin untuk memastikan apakah pria itu Noordin atau bukan.
Memang tidak mudah untuk memberantas teroris di Indonesia. Karena hidup mereka seperti rumput, dipangkas, tumbuh lagi, ditebas tumbuh lagi rumputnya, sebab mereka mempunyai sel- sel yang siap menampung dan melindungi. Karena itu untuk memerangi teroris, maka tak ada salahnya, Densus 88 menggandeng tentara, yang sudah teruji punya pengalaman luas didalam memerangi teroris sejak zaman perang kemerdekaan.
Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan untuk melapor ke pihak kepolisian bila menjumpai pendatang di lingkungannya yang sikapnya mencurigakan dan perilakunya aneh. (ahmad suroso)
Tribun Corner, Senin, 10 Ags 2009
Jumat, 07 Agustus 2009
Perginya Sang Penyair Religius

BANGSA Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Seorang budayawan besar yang tiada tanding. Wilibrordus Surendra Broto Rendra atau lebih dikenal dengan WS Rendra dan belakangan berganti nama menjadi H Wahyu Sulaiman Rendra, seorang dari tiga penyair besar yang dimiliki Indonesia, disamping Chairil Anwar, dan Sutardji Calzoum Bachri, telah berpulang keharibaan ilahi di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (6/8) pukul 22.10 WIB pada usia 73 tahun.
Penyair dan dramawan pendiri Bengkel Teater Rendra yang sudah malang melintang di dunia kesenian sejak tahun 1952 itu meninggal setelah lebih dari sebulan dirawat akibat serangan jantung koroner di sejumlah rumah sakit, atau dua hari setelah meninggalnya seniman fenomenal Mbah Surip yang tiba-tiba melejit namanya di blantika musik Indonesia lewat lagu, Tak Gendong. Meski Mbah Surip dimakamkan di komplek Bengkel Teater milik Rendra di Depok, tapi WS Rendra tak sempat melayat karena sedang dirawat di rumah sakit sampai meninggalnya kemarin.
Ada satu pesan mendalam disampaikan budayawan Emha Ainun Najib yang memimpin doa di depan jenazah WS Rendra saat disemayamkan di Bengkel Teater Rendra di Desa Cipayung, Depok, Jumat (7/8). Kepada satu stasiun TV Emha menekankan, WS Rendra bukanlah jasadnya atau fisiknya, karena semua itu akan kembali ke bumi, tetapi karya-karyanya yang akan terus dikenang dan diabadikan.
Pesan penyair Emha itu mengandung makna religius yang mendalam, bahwa manusia diciptakan dari tanah dan akan dikembalikan ke tanah atau bumi, yang akan menjadi bagiannya ulat-ulat di tanah. Sepertiga diri manusia lainnya berupa ruh akan kembali ke Allah, dan sepertiga lainnya bagi dirinya berupa amal sholeh.
Karya-karya penyair berjuluk sang "Burung Merak" tak akan pernah kembali bumi, tetapi dia akan terus dikenang dan menjadi pelajaran tentang kearifan/religiusitas kehidupan.
Seperti tertulis dalam salah satu syairnya, "...Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh/Hidup adalah untuk mengolah hidup/bekerja membalik tanah/memasuki rahasia langit dan samodra/serta mencipta dan mengukir dunia/Kita menyandang tugas/kerna tugas adalah tugas/Bukannya demi sorga atau neraka/tetapi demi kehormatan seorang manusia...dst".
Dari puisi tersebut, terutama pada syair pertama menunjukkan kedalaman religiusitas WS Rendra. Sebuah pengakuan bahwa tidak pada tempatnya manusia untuk mengeluh dan mengaduh, karena ini akan menjadi tempat masuknya penguasa gelap. Dengan tidak mengeluh dan mengaduh, artinya manusia mengakui Allah adalah Maha Mengetahui dan Melihat, Maha Agung, Maha Kaya, dan maha lainnya seperti tercantum dalam 99 asmaul husna.
Kita telah kehilangan seorang penyair yang bukan hanya lantang menyuarakan ketidakadilan....tetapi juga seorang penyair yang religius. Ini tercermin dari puisi Rendra, berjudul "Titipan", "...Sering kali aku berkata, ketika seorang memuji milikku/bahwa sesungguhnya ini hanya titipan/bahwa mobilku hanya titipan-Nya/bahwa rumahku hanya titipan-Nya/bahwa hartaku hanya titipan-Nya/bahwa putraku hanya titipan-Nya/tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya/mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?/Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini ?/Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?/Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Dari dua puisi itu saja sudah menunjukkan betapa hausnya seorang WS Rendra didalam pencarian jati dirinya untuk pada saatnya bisa bertemu dengan Tuhannya. Kita hanya bisa berdoa, semoga Rendra bertemu dengan Sang Pemilik TITIPAN sejatimu di alam sana. Sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga untuk kita teladani. (ahmad suroso)
Rabu, 29 Juli 2009
BANTUAN PEMBACA - Aku selaku Repdel Tribun Batam menyerahkan bantuan yang terkumpul dari rekening Dompet Pembaca Tribun Rp 3 juta kepada Arif Pratama, bocah penderita Talasemia dan kedua orangtuanya di rumahnya, Batuaji, Batam, Rabu (29/7).
==Pasien Talasemia Terima Bantuan Pembaca Tribun==
Tiap Hari Tanpa Baju, Tidur di Kasur Basah
ARIEF Pratama (6,9) bocah penderita Talasemia atau penyakit kelainan darah yang sempat dirawat di ruang anak-anak RSUD Batam dan sekarang dirawat di kediamannya di Perumahan Taman Lestari Blok C Nomor 1 Batuaji terlihat sedikit segar dan bersemangat. Bocah yang kesehariannya tidak mau memakai pakaian alias telanjang, Rabu (29/7) sekitar pukul 13.50 Wib terlihat pakai celana.
SANTI Dewi, ibu Arief menuturkan, seperti itulah keseharian Arief. "Tidak mau mengenakan pakaian. Alasannya gerah. Ini aja saya kaget, dia mau memakai celana," kata Santi ditemani suaminya, Zurkarman, saat menerima kunjungan kru Tribun Batam. Kunjungan dimaksud untuk menyerahkan bantuan senilai Rp 3 juta dari pembaca Tribun Batam yang disalurkan melalui nomor rekening Dompet Pembaca Tribun di Bank BCA Batam.
Wanita kelahiran Padang ini menambahkan, biasanya Arief mengenakan pakaian bila dia ingin bermain keluar, itupun terbilang jarang sekali. Karena kondisinya yang tidak mendukung.
"Jika dia ingin bermain keluar dengan teman-teman sebayanya, baru dia mau mengenakan pakaian, itupun tidak lama, paling lama 15 menit hingga 30 menit. Karena dia mudah capek. Dan itupun usai tranfusi baru bisa bermain. Jika seminggu menjelang mau tranfusi, Arief tidak bisa apa-apa. Jangankan untuk bermain, bergerak dari tempat duduknya saja tidak bisa," paparnya.
Senada diungkapkan Zulkarman. "Tidur saja pak, kasur yang digunakan Arief harus dibasahin terlebih dahulu. Bahkan didekatnya harus disiapkan sebaskom kecil air dilengkapi handuk. Handuk dan air itu dipakai untuk membasahi sekujur tubuhnya. Sebab jika tidak begitu, dia tidak bisa tertidur meskipun sudah dilengkapi dengan kipas angin," terang Zulkarman.
Buruh serabutan di sebuah perusahaan galangan kapal yang ada di Batam ini juga mengungkapkan, selain telanjang, Arief juga kerap berendam didalam bak mandi bila merasa kepanasan.
"Biasa lagi asyik-asyik menonton, tiba-tiba saja dia menuju kamar mandi dan berendam di dalam bak kamar mandi, setelah itu baru dia berkata, 'Arief mulai segar sekarang'," terang ayahnya.
Arief yang berada di pangkuan ibunya hanya bisa tersenyum. Sesekali saat ditanyai Tribun apakah ke depan dirinya mau bersekolah, Arief menjawab tidak. Arief sebelumnya pernah masuk di Taman Kanak-kanak (TK), namun tidak berlangsung lama, dia mengaku kepada kedua orangtuanya fisiknya tidak kuat dan minta berhenti.
Terharu dapat bantuan
Zulkarman dan Santi Dewi nampak terharu saat menerima bantuan yang diserahkan Redpel Tribun Batam Ahmad Suroso yang didapat dari bantuan pembaca Tribun melalui nomor rekening Bank BCA KCP Nagoya, Batam, nomor 340-3455-560.
Bahkan Santi Dewi menyebutkan, Ia terasa bermimpi mendapatkan bantuan ini. "Alhamdulillah, mungkin semua ini berkat doa kami berdua dan Arief, kemarin usai diberitakan Tribun Batam, kami mendapatkan bantuan dari ANTV Peduli, sekarang dari pembaca Tribun Batam, kami sangat berterimakasih sekali," paparnya.
Zulkarman mengungkapkan, uang ini setengahnya akan disimpan untuk biaya sewaktu-waktu akan dilakukan operasi Arief, sedangkan sisanya lagi untuk membeli obat terapi herbal yang baru dicoba usai mendapatkan bantuan dari ANTV Peduli kemarin. "Mudahan-mudahan bantuan ini awal dari bantuan yang lainnya, sehingga Arief bisa secepatnya dioperasi," harap Zulkarman.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dokter yang menangani pasien Arief Partama, Dr Herman kepada Tribun menyebutkan penyakit yang diderita Arief merupakan penyakit turunan atau yang berasal kedua orangtuanya yang membawa sifat talasemia. Dalam hal ini kemungkinan yang terjadi pada anak yang dilahirkan adalah 25 persen talasemia mayor, 50 persen carrier (pembawa sifat) dan 25 persen sehat.
"Setiap kehamilan dari pasangan, terdapat kemungkinan satu berbanding empat bagi anak mereka untuk menderita talasemia mayor, dua banding empat kemungkinan anak membawa gen talasemia (carrier) dan satu banding empat kemungkinan anak berdarah normal dan tumbuh sehat," terang Herman.
Menurutnya, bagi sebagian besar orangtua, mempunyai anak yang menderita talasemia merupakan beban sangat berat, baik moral maupun material. Sebab selain harus terus memonitor tumbuh kembang si anak, biaya yang dibutuhkan untuk transfusi darah juga tergolong mahal, bisa menghabiskan jutaan rupiah tiap bulannya.
"Talasemia atau merupakan penyakit kelainan darah yang bersifat menurun (genetik). Pada keadaan ini, sel darah merah yang dihasilkan tubuh tidak normal dan pecah lebih cepat dari sel darah merah normal. Akibatnya, sepanjang hidupnya penderita, terpaksa bergantung pada pasokan darah donor agar dapat memperpanjang hidupnya," terangnya. ***
Senin, 29 Juni 2009
Lomba penulisan pertanian 2009
ADUKREASI 2009 (Anugerah Jurnalistik dan Penulis Muda Pertanian 2009)
Bagikan
Hari ini jam 12:22
LATAR BELAKANG
ANTARA tahun 2005-2009 pembangunan pertanian dilaksanakan melalui 3 (tiga) program, yakni ;
Peningkatan Ketahanan Pangan;
Pengembangan Agribisnis, dan;
Peningkatan Kesejahteraan Petani.
Program Peningkatan Ketahanan Pangan dijabarkan melalui;
1. Peningkatan produksi pangan dengan cara menjaga ketersediaan pangan yang cukup, aman dan halal di setiap daerah setiap saat, dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan.
2. Program Pengembangan Agribisnis dilakukan melalui pengembangan kawasan sentra agribisnis komoditas unggulan.
3. Program peningkatan kesejahteraan petani digulirkan melalui; pemberdayaan penyuluhan, penjaminan usaha, perlindungan harga gabah, kebijakan proteksi dan promosi lainnya.
Dari 3 (tiga( program tersebut bersadar evaluasi yang telah dilakukan diketahui bahwa beberapa daerah di Indonesia, Program Ketahanan Pangan menempati posisi teratas dalam hal tingkat pengenalannya (awareness) atau pengetahuan (knowledge), baru disusul kemudian program peningkatan kesejahteraan petani dan program pengembangan agribisnis.
Pemasyarakatan Pembangunan Pertanian melalui Apresiasi Program Pembangunan Pertanian kalangan wartawan dan pelajar dipandang perlu karena merupakan bentuk dan desiminasi informasi serta gagasan yang efektif di kalangan pelajar, mahasis dan pers.
Anugrah Jurnalistik dan Penulis Muda Pertanian 2009 merupakan sebuah ajang penghargaan bagi karya-karya jurnalis, pelajar dan mahasiswa Indonesia yang memiliki perhatian secara khusus terhadap Program Pembangunan Pertanian, baik dalam bentuk artikel (tulisan yang memuat opini dan/atau analisis), peliputan dan jurnalistik foto yang muncul di media cetak, media elektronik maupun media maya. Penghargaan ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung citra Departemen Pertanian demi masa depan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada petani sebagai pelaku pembangunan pertanian dengan mengangkat hasil kinerja petani di lapangan ke dalam satu karya baik tulisan, liputan maupun foto.
TEMA LOMBA :
1. SWASEMBADA BERAS BERKELANJUTAN MENUJU LUMBUNG PANGAN DUNIA
2. SWASEMBADA JAGUNG
3. SWASEMBADA GULA KONSUMSI
4. KINERJA EKSPOR DAN PDB PERTANIAN
5. PENGEMBANGAN AGRIBISNIS
PERSYARATAN LOMBA (KATEGORI PELAJAR & MAHASISWA):
Masih tercatat sebagai pelajar dan atau mahasiswa dibuktikan dengan kartu pelajar/mahasiswa yang masih berlaku.
Setiap peserta wajib membuat artikel tentang pertanian sesuai tema, di tulis di atas kertas A4. Panjang artikel antara 3000 s/d 6000 kata dengan jarak tulisan 1,5 spasi.
Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya artikel. Karya merupakan karya perorangan (bukan kelompok), belum pernah dipublikasikan dan merupakan karya asli yang dibuktikan dengan surat pernyataan tentang orisinalitas karya.
Seluruh hasil Karya lomba mutlak menjadi milik Biro Hukum dan Humas, Setjen Departemen Pertanian, tanpa menghilangkan Hak Cipta.
Karya penulisan/artikel dikirimkan ke sekretariat panitia, ke :
JL. WIJAYA VII/I KEB. BARU, JAKARTA 12160 Telp. (021) 71035574 atau melalui email : adukreasi09@deptan.go.id paling lambat tanggal 31 Agustus 2009 stempel/cap pos dengan melampirkan foto copy Pelajar/Mahasiswa.
• Seluruh berkas diterima Panitia paling lambat tanggal 31 Agustus 2009 stempel/cap pos dengan melampirkan foto copy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa.
HADIAH
PELAJAR HADIAH MAHASISWA HADIAH
PEMENANG I Rp 7.500.000.- PEMENANG I Rp 10.000.000.-
PEMENANG II Rp 6.000.000.- PEMENANG II Rp 8.000.000.-
PEMENANG II Rp 5.000.000.- PEMENANG II Rp 6.000.000.-
Panitia juga akan memberikan hadiah bagi pemenang harapan pada setiap kategori lomba.
PERSYARATAN & HADIAH LOMBA PENULIS, PERS/WARTAWAN
PENULISAN ARTIKEL PERTANIAN
Peserta adalah individu atau maksimal 2 orang penulis
Telah dimuat di media cetak atau media maya Pemuatan antara bulan Juni s/d 31 Agustus 2009
Karya Tulisan Berupa Artikel analisis/Opini/Literatur
HADIAH PENULISAN ARTIKEL PERTANIAN
PEMENANG I Rp 12.500.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
LIPUTAN PERTANIAN
Peserta adalah individu atau kelompok/tim
Karya yang disertakan dalam lomba pernah dimuat, ditayangkan & di publish pada media sesuai jenisnya antara Juni 2009-31 Agustus 2009
N0 JENIS MEDIA MATERI LIPUTAN
1 MEDIA CETAK Soft News/Feauture/Reportase
2 MEDIA ON LINE News/Feauture/Reportase
3 MEDIA TV News Documentary/Reportase
4 MEDIA RADIO Soft News/Feauture/Reportase
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA CETAK
PEMENANG I Rp 15.000.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA MAYA/MEDIA ON LINE
PEMENANG I Rp 15.000.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA TELEVISI
PEMENANG I Rp 20.000.000.-
PEMENANG II Rp 15.000.000.-
PEMENANG III Rp 10.000.000.-
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA RADIO
PEMENANG I Rp 10.000.000.-
PEMENANG II Rp 8.000.000.-
PEMENANG III Rp 6.000.000.-
FOTO PERTANIAN
Peserta adalah individu /personal
Karya yang disertakan dalam lomba adalah berupa foto yang memiliki kedekatan dengan tema, pernah dimuat, ditayangkan & di publish pada media sesuai jenisnya antara Juni 2009-31 Agustus 2009
HADIAH LOMBA FOTO PERTANIAN
PEMENANG I Rp 12.500.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
PERSYARATAN PESERTA
Peserta adalah Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai
wartawam, penulis, fotografer baik di media cetak, media TV,
Radio dan media maya (cyber media) dibuktikan dengan kartu pers.
PERSYARATAN KARYA
Peserta boleh mengirim lebih dari 1 (satu) karya sesuai tema
Khusus karya jurnalistik kategori Radio & Televisi durasi liputan
minimal 7 (tujuh) menit
Karya Jurnalistik yang telah diterbitkan di media cetak atau media
maya (news), dilengkapi bukti/kliping karya beserta soft copy karya
Membuat surat pernyataan tidak berkeberatan bahwa sesuai
peraturan Program Penghargaan ini, maka seluruh karya
pemenang akan menjadi milik Biro Hukum dan Humas, Setjen
Departemen Pertanian, tanpa menghilangkan Hak Cipta
Seluruh karya dikirim ke panitia;
JL. WIJAYA VII/I KEB. BARU, JAKARTA 12160
Telp (021) 71035574 atau
email : adukreasi09@deptan.go.id
KETERANGAN :
Selain hadiah untuk pemenang I, II & III panitia juga akan memberikan hadiah harapan untuk setiap kategori lomba.
Hanya pemenang utama pada setiap kategori yang akan diundang ke Jakarta untuk menerima hadiahnya.
Pemberian hadiah akan dilakukan dalam seremoni khusus pada program Variety Show Adu Kreasi 09 di 2 (dua) stasiun televisi swasta nasional di Jakarta sekitar bulan Oktober 2009.
Bagikan
Hari ini jam 12:22
LATAR BELAKANG
ANTARA tahun 2005-2009 pembangunan pertanian dilaksanakan melalui 3 (tiga) program, yakni ;
Peningkatan Ketahanan Pangan;
Pengembangan Agribisnis, dan;
Peningkatan Kesejahteraan Petani.
Program Peningkatan Ketahanan Pangan dijabarkan melalui;
1. Peningkatan produksi pangan dengan cara menjaga ketersediaan pangan yang cukup, aman dan halal di setiap daerah setiap saat, dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan.
2. Program Pengembangan Agribisnis dilakukan melalui pengembangan kawasan sentra agribisnis komoditas unggulan.
3. Program peningkatan kesejahteraan petani digulirkan melalui; pemberdayaan penyuluhan, penjaminan usaha, perlindungan harga gabah, kebijakan proteksi dan promosi lainnya.
Dari 3 (tiga( program tersebut bersadar evaluasi yang telah dilakukan diketahui bahwa beberapa daerah di Indonesia, Program Ketahanan Pangan menempati posisi teratas dalam hal tingkat pengenalannya (awareness) atau pengetahuan (knowledge), baru disusul kemudian program peningkatan kesejahteraan petani dan program pengembangan agribisnis.
Pemasyarakatan Pembangunan Pertanian melalui Apresiasi Program Pembangunan Pertanian kalangan wartawan dan pelajar dipandang perlu karena merupakan bentuk dan desiminasi informasi serta gagasan yang efektif di kalangan pelajar, mahasis dan pers.
Anugrah Jurnalistik dan Penulis Muda Pertanian 2009 merupakan sebuah ajang penghargaan bagi karya-karya jurnalis, pelajar dan mahasiswa Indonesia yang memiliki perhatian secara khusus terhadap Program Pembangunan Pertanian, baik dalam bentuk artikel (tulisan yang memuat opini dan/atau analisis), peliputan dan jurnalistik foto yang muncul di media cetak, media elektronik maupun media maya. Penghargaan ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung citra Departemen Pertanian demi masa depan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada petani sebagai pelaku pembangunan pertanian dengan mengangkat hasil kinerja petani di lapangan ke dalam satu karya baik tulisan, liputan maupun foto.
TEMA LOMBA :
1. SWASEMBADA BERAS BERKELANJUTAN MENUJU LUMBUNG PANGAN DUNIA
2. SWASEMBADA JAGUNG
3. SWASEMBADA GULA KONSUMSI
4. KINERJA EKSPOR DAN PDB PERTANIAN
5. PENGEMBANGAN AGRIBISNIS
PERSYARATAN LOMBA (KATEGORI PELAJAR & MAHASISWA):
Masih tercatat sebagai pelajar dan atau mahasiswa dibuktikan dengan kartu pelajar/mahasiswa yang masih berlaku.
Setiap peserta wajib membuat artikel tentang pertanian sesuai tema, di tulis di atas kertas A4. Panjang artikel antara 3000 s/d 6000 kata dengan jarak tulisan 1,5 spasi.
Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya artikel. Karya merupakan karya perorangan (bukan kelompok), belum pernah dipublikasikan dan merupakan karya asli yang dibuktikan dengan surat pernyataan tentang orisinalitas karya.
Seluruh hasil Karya lomba mutlak menjadi milik Biro Hukum dan Humas, Setjen Departemen Pertanian, tanpa menghilangkan Hak Cipta.
Karya penulisan/artikel dikirimkan ke sekretariat panitia, ke :
JL. WIJAYA VII/I KEB. BARU, JAKARTA 12160 Telp. (021) 71035574 atau melalui email : adukreasi09@deptan.go.id paling lambat tanggal 31 Agustus 2009 stempel/cap pos dengan melampirkan foto copy Pelajar/Mahasiswa.
• Seluruh berkas diterima Panitia paling lambat tanggal 31 Agustus 2009 stempel/cap pos dengan melampirkan foto copy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa.
HADIAH
PELAJAR HADIAH MAHASISWA HADIAH
PEMENANG I Rp 7.500.000.- PEMENANG I Rp 10.000.000.-
PEMENANG II Rp 6.000.000.- PEMENANG II Rp 8.000.000.-
PEMENANG II Rp 5.000.000.- PEMENANG II Rp 6.000.000.-
Panitia juga akan memberikan hadiah bagi pemenang harapan pada setiap kategori lomba.
PERSYARATAN & HADIAH LOMBA PENULIS, PERS/WARTAWAN
PENULISAN ARTIKEL PERTANIAN
Peserta adalah individu atau maksimal 2 orang penulis
Telah dimuat di media cetak atau media maya Pemuatan antara bulan Juni s/d 31 Agustus 2009
Karya Tulisan Berupa Artikel analisis/Opini/Literatur
HADIAH PENULISAN ARTIKEL PERTANIAN
PEMENANG I Rp 12.500.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
LIPUTAN PERTANIAN
Peserta adalah individu atau kelompok/tim
Karya yang disertakan dalam lomba pernah dimuat, ditayangkan & di publish pada media sesuai jenisnya antara Juni 2009-31 Agustus 2009
N0 JENIS MEDIA MATERI LIPUTAN
1 MEDIA CETAK Soft News/Feauture/Reportase
2 MEDIA ON LINE News/Feauture/Reportase
3 MEDIA TV News Documentary/Reportase
4 MEDIA RADIO Soft News/Feauture/Reportase
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA CETAK
PEMENANG I Rp 15.000.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA MAYA/MEDIA ON LINE
PEMENANG I Rp 15.000.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA TELEVISI
PEMENANG I Rp 20.000.000.-
PEMENANG II Rp 15.000.000.-
PEMENANG III Rp 10.000.000.-
HADIAH LIPUTAN JURNALISTIK MEDIA RADIO
PEMENANG I Rp 10.000.000.-
PEMENANG II Rp 8.000.000.-
PEMENANG III Rp 6.000.000.-
FOTO PERTANIAN
Peserta adalah individu /personal
Karya yang disertakan dalam lomba adalah berupa foto yang memiliki kedekatan dengan tema, pernah dimuat, ditayangkan & di publish pada media sesuai jenisnya antara Juni 2009-31 Agustus 2009
HADIAH LOMBA FOTO PERTANIAN
PEMENANG I Rp 12.500.000.-
PEMENANG II Rp 10.000.000.-
PEMENANG III Rp 8.000.000.-
PERSYARATAN PESERTA
Peserta adalah Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai
wartawam, penulis, fotografer baik di media cetak, media TV,
Radio dan media maya (cyber media) dibuktikan dengan kartu pers.
PERSYARATAN KARYA
Peserta boleh mengirim lebih dari 1 (satu) karya sesuai tema
Khusus karya jurnalistik kategori Radio & Televisi durasi liputan
minimal 7 (tujuh) menit
Karya Jurnalistik yang telah diterbitkan di media cetak atau media
maya (news), dilengkapi bukti/kliping karya beserta soft copy karya
Membuat surat pernyataan tidak berkeberatan bahwa sesuai
peraturan Program Penghargaan ini, maka seluruh karya
pemenang akan menjadi milik Biro Hukum dan Humas, Setjen
Departemen Pertanian, tanpa menghilangkan Hak Cipta
Seluruh karya dikirim ke panitia;
JL. WIJAYA VII/I KEB. BARU, JAKARTA 12160
Telp (021) 71035574 atau
email : adukreasi09@deptan.go.id
KETERANGAN :
Selain hadiah untuk pemenang I, II & III panitia juga akan memberikan hadiah harapan untuk setiap kategori lomba.
Hanya pemenang utama pada setiap kategori yang akan diundang ke Jakarta untuk menerima hadiahnya.
Pemberian hadiah akan dilakukan dalam seremoni khusus pada program Variety Show Adu Kreasi 09 di 2 (dua) stasiun televisi swasta nasional di Jakarta sekitar bulan Oktober 2009.
Rabu, 24 Juni 2009
KPK Tersandera
EKSISTENSI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin terancam. Ancaman untuk melemahkan Komisi yang selama ini menjadi satu-satunya harapan publik untuk memberantas korupsi di Indonesia, di saat institusi lain, seperti kejaksaan dan Polri, belum bisa diharapkan untuk dapat memberantas korupsi itu bukan hanya tersandera oleh faktor ekstern, tapi juga intern.
Faktor luar, selain DPR dan pemerintah juga para koruptor. DPR sampai saat ini masih adem- ayem, tidak kunjung menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (RUU Tipikor). Padahal, Mahkamah Konstitusi hanya memberi tenggat DPR untuk menggolkan RUU Tipikor paling lambat Desember 2009.
Lewat itu maka otomatis Pengadilan Tipikor bubar, karena keberadaannya tidak sah. Dengan demikian nantinya penanganan kasus korupsi akan dikembalikan ke kepolisian dan kejaksaan.
Memang KPK tidak selamanya dapat berdiri, karena sifatnya adhoc. Jika Kepolisian dan Kejagung tugasnya sudah bagus, maka lembaga superbody itu dapat dibubarkan.
Masalahnya, kinerja Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi selama ini tidak maksimal. Tidak sedikit koruptor yang akhirnya divonis bebas, dan yang sudah divonis hukuman pun bisa kabur ke luar negeri. Seperti terpidana korupsi kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.
bos Grup Mulia, yang merugikan negara Rp546 miliar. Dia kabur ke Papua Nugini pada 10 Juni 2009, hanya sehari menjelang putusan PK Mahkamah Agung yang memvonis dia dua tahun penjara bersama Syahril Sabirin, mantan Gubernur Bank Indonesia.
Sementara KPK terbukti telah menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi indeks pemberantasan korupsi di Indonesia bisa terkerek melalui peran lembaga ini. Di Tangan KPK yang memiliki kewenangan luar biasa, termasuk melakukan penyadapan terhadap pihak yang diduga korupsi, belum ada satupun tersangka korupsi yang bisa bebas dari jerat hukum.
Kini, KPK kembali 'dikerjai'. Kewenangan melakukan penyadapan yang dimiliki KPK dijadikan sebagai celah untuk menggerogoti Komisi ini. Polisi menuduh penyadapan terkait urusan pribadi Antasari yang memerintahkan KPK untuk menyadap HP yang diduga milik Rani Juliani dan Nasrudin Zulkarnaen. Pihak kepolisian lalu memeriksa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah terkait penyadapan yang dilakukan KPK atas perintah Antasari.
Namun dalam jumpa pers di KPK, Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah mengakui KPK memang menyadap sejumlah nomor telepon yang diberikan Antasari Azhar. Nomor-nomor telepon itu yang digunakan pelaku teror terhadap istri Antasari Azhar. Salah satu teror yang diterima istrinya, Antasari diminta tidak melanjutkan pengusutan sebuah kasus korupsi.
Pimpinan KPK menilai penyadapan itu dilakukan dalam rangka penegakan hukum dan tidak melanggar kode etik. Dan sadap menyadap merupakan salah satu instrumen penting bagi pemberantasan korupsi. Soal penyadapan KPK memiliki akreditasi dari Eropa, dan KPK sudah cukup akuntabel, dan kredibel. Dari segi prosedur dan juga kode etik tidak perlu khawatir sistem ada penyimpangan.
Para pengamat menilai, pangkal persoalan dari kasus penyadapan KPK yang dipersoalkan itu karena adanya rivalitas penegak hukum. Tetapi ada upaya lebih menyeramkan untuk mengganggu upaya pemberantasan korupsi. Kelihatannya dari kasus Antasari ada upaya sistematis untuk melemahkan atau mendelegitimasi KPK.
Seharusnya dalam koridor sebagai sesama lembaga penegak hukum, polisi tidak harus masuk ke wilayah penyadapan. Penyadapan sejauh itu untuk penanganan kasus korupsi sah-sah saja. Toh sejauh ini KPK tidak pernah mempublikasikan hasil penggunaan penyadapan. (ahmad suroso)
Corner Tribunbatam, 24 Juni 2009
Faktor luar, selain DPR dan pemerintah juga para koruptor. DPR sampai saat ini masih adem- ayem, tidak kunjung menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (RUU Tipikor). Padahal, Mahkamah Konstitusi hanya memberi tenggat DPR untuk menggolkan RUU Tipikor paling lambat Desember 2009.
Lewat itu maka otomatis Pengadilan Tipikor bubar, karena keberadaannya tidak sah. Dengan demikian nantinya penanganan kasus korupsi akan dikembalikan ke kepolisian dan kejaksaan.
Memang KPK tidak selamanya dapat berdiri, karena sifatnya adhoc. Jika Kepolisian dan Kejagung tugasnya sudah bagus, maka lembaga superbody itu dapat dibubarkan.
Masalahnya, kinerja Kejaksaan Agung dalam pemberantasan korupsi selama ini tidak maksimal. Tidak sedikit koruptor yang akhirnya divonis bebas, dan yang sudah divonis hukuman pun bisa kabur ke luar negeri. Seperti terpidana korupsi kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.
bos Grup Mulia, yang merugikan negara Rp546 miliar. Dia kabur ke Papua Nugini pada 10 Juni 2009, hanya sehari menjelang putusan PK Mahkamah Agung yang memvonis dia dua tahun penjara bersama Syahril Sabirin, mantan Gubernur Bank Indonesia.
Sementara KPK terbukti telah menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi indeks pemberantasan korupsi di Indonesia bisa terkerek melalui peran lembaga ini. Di Tangan KPK yang memiliki kewenangan luar biasa, termasuk melakukan penyadapan terhadap pihak yang diduga korupsi, belum ada satupun tersangka korupsi yang bisa bebas dari jerat hukum.
Kini, KPK kembali 'dikerjai'. Kewenangan melakukan penyadapan yang dimiliki KPK dijadikan sebagai celah untuk menggerogoti Komisi ini. Polisi menuduh penyadapan terkait urusan pribadi Antasari yang memerintahkan KPK untuk menyadap HP yang diduga milik Rani Juliani dan Nasrudin Zulkarnaen. Pihak kepolisian lalu memeriksa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah terkait penyadapan yang dilakukan KPK atas perintah Antasari.
Namun dalam jumpa pers di KPK, Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah mengakui KPK memang menyadap sejumlah nomor telepon yang diberikan Antasari Azhar. Nomor-nomor telepon itu yang digunakan pelaku teror terhadap istri Antasari Azhar. Salah satu teror yang diterima istrinya, Antasari diminta tidak melanjutkan pengusutan sebuah kasus korupsi.
Pimpinan KPK menilai penyadapan itu dilakukan dalam rangka penegakan hukum dan tidak melanggar kode etik. Dan sadap menyadap merupakan salah satu instrumen penting bagi pemberantasan korupsi. Soal penyadapan KPK memiliki akreditasi dari Eropa, dan KPK sudah cukup akuntabel, dan kredibel. Dari segi prosedur dan juga kode etik tidak perlu khawatir sistem ada penyimpangan.
Para pengamat menilai, pangkal persoalan dari kasus penyadapan KPK yang dipersoalkan itu karena adanya rivalitas penegak hukum. Tetapi ada upaya lebih menyeramkan untuk mengganggu upaya pemberantasan korupsi. Kelihatannya dari kasus Antasari ada upaya sistematis untuk melemahkan atau mendelegitimasi KPK.
Seharusnya dalam koridor sebagai sesama lembaga penegak hukum, polisi tidak harus masuk ke wilayah penyadapan. Penyadapan sejauh itu untuk penanganan kasus korupsi sah-sah saja. Toh sejauh ini KPK tidak pernah mempublikasikan hasil penggunaan penyadapan. (ahmad suroso)
Corner Tribunbatam, 24 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
