Rabu, 10 Desember 2008

Kekuatan Stimulus Penurunan BBM

SETELAH menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium per 1 Desember 2008 Rp 500 perliter, dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 perliter, kini pemerintah kembali menjadwalkan akan menurunkan lagi harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar mulai Januari 2009. Namun berapa besar penurunan harganya belum ditentukan.

Rencana penurunan itu menyusul harga minyak mentah dunia yang terjun bebas ke angka terendah dalam empat tahun terakhir. Harga minyak mentah dunia yang diperdagangkan Jumat (5/12), turun menjadi 40,81 dolar AS per barrel (1 barel 159 liter), atau level yang terakhir kali terlihat pada Desember 2004.

Kalangan pengusaha pun menyambut baik rencana penurunan BBM tersebut, seperti disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bambang Soesatyo. Tetapi yang terpenting dari penurunan harga BBM tersebut adalah skala muatan dari rencana penurunan harga yang mempunyai kekuatan stimulus jika tarif transportasi otomatis terkoreksi (diturunkan).

Selama ini sektor transportasi yang paling banyak menggunakan BBM jenis solar, begitu juga dengan sektor industri. Sektor komersial inilah yang paling banyak menyedot solar. Karena itu pemerintah akan mengalihkan subsidi BBM ke jenis solar. Merespon rencana pemerintah tersebut, menurut Bambang, Selasa (9/12), DPR maupun para ahli secara tak langsung merekomendasikan penurunan BBM bersubsidi antara Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per liter.

Menurut Pengamat perminyakan DR Kurtubi dengan harga minyak dunia yang saat ini di bawah 50 dolar AS per barel, sesungguhnya harga premium saat ini sebesar Rp 5.500 per liter, sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah. Sebaliknya pemerintah justru untung Rp 1.000 per liter. Sehingga menurut Kurtubi, seharusnya harga premium menjadi Rp 4.500 per liter.

Usulan dari DPR dan para ahli yang dikutip Bambang tersebut kiranya tidaklah berlebihan, bila kita mau membandingkannya dengan harga bensin di negara-negara lain yang lebih maju. Pemerintah selama ini sering mengatakan bahwa bensin kita paling murah. Benarkah harga bensin kita paling murah? Bandingkan dengan harga ketika pemerintah menaikkan harga BBM akhir Mei 2008 lalu, bensin dari Rp 4.500 per liter naik jadi Rp 6.000, solar dari Rp 4.300 menjadi Rp 5.500 perliter.

Kemudian bandingan dengan harga bensin di beberapa negara anggota OPEC saat itu. Di Venezuela harganya hanya Rp 460/liter, di Saudi Arabia Rp 1.104/liter, di Nigeria Rp 920/liter, di Iran Rp 828/liter, di Mesir Rp 2.300/liter, dan di Malaysia Rp 4.876/liter. Rata-rata pendapatan per kapita di negara-negara tersebut lebih tinggi dari kita. Sebagai contoh Malaysia sekitar 4 kali lipat dari negara kita.

Jelas sekali bedanya. Negara-negara tersebut lebih mementingkan kepentingan rakyat. Kita tidak bermaksud menuding bahwa pemerintah Indonesia tidak mementingkan rakyat atau hanya pro pada spekulan pasar yang hanya mengikuti harga minyak Internasional. Tetapi faktanya harga BBM di Indonesia lebih tinggi dari negara-negara tersebut.
Contoh, Amerika Serikat dan Cina adalah importer minyak terbesar dan ketiga di dunia. Tapi harga minyak di AS cuma Rp 8.464/liter sementara Cina Rp 5.888/liter. Padahal penduduk kedua negara lebih besar dari Indonesia (Cina penduduknya 1,3 miliar).
Indonesia meski premium pada akhir Mei 2008 Rp 6.000/liter namun harga Pertamax mencapai Rp 8.700/liter. Lebih tinggi dari harga di AS. Padahal UMR di Indonesia cuma US$ 95/bulan, sementara di AS US$ 980/bulan. Indonesia cenderung mengikuti kemauan spekulan pasar.

Kita tunggu langkah-langkah konkret dari pemerintah untuk bisa menurunkan harga BBM yang signifikan seperti diharapkan oleh para wakil rakyat dan para ahli tersebut. Yakni penurunan yang bisa memberikan stimulus sektor transportasi menurunkan biaya angkutan transportasi umum, sehingga sektor riil bisa bergairah kembali di tengah keterpurukan ekonomi dunia. Begitu juga sektor industri bisa tumbuh kembali sehingga kekhawatiran terjadinya PHK besar- besaran di tahun 2009 tidak terjadi. Semoga.

Artikel Tribun Corner, 10 Desember 2008

Senin, 01 Desember 2008

Memerangi Aksi Terorisme

AKSI sekelompok pria bersenjata api, granat, dan bom yang membombardir Mumbai, India Rabu malam lalu mencengangkan kita semua. Aksi teroris tersebut selain membunuh 125 orang, melukai tak kurang dari 300 orang sampai Jumat malam masih menyandera puluhan tamu dua hotel mewah di pusat keuangan dan ekonomi negeri multi ras yang sering dilanda pertikaian tersebut.

Masyarakat internasional pun tercengang dan tersentak oleh aksi brutal gerombongan teroris yang memberondong kerumuman orang tujuh titik, yakni hotel mewah Taj Mahal, hotel Oberoi Trident, bandar udara di Santa Cruz, restoran, stasiun kereta api, bahkan rumah sakit dan markas kepolisian. Kita juga ikut tersentak, karena terdapat lima perempuan Indonesia asal Bali yang terperangkap di hotel Oberoi.
Aksi brutal teroris tersebut mengingatkan kita, khususnya masyarakat Bali pada peristiwa ledakan dahsyat bom Bali 1 dan bom Bali II. Karena skala kerusakan dan korban yang ditimbulkan tak berbeda jauh.
Ledakan dahsyat bom pada 12 Oktober 2002 telah meluluhlantakkan Paddy's Cafe dan Sari Club di Denpasar dan menewaskan 202 orang dan 209 di antaranya luka itu dengan sebutan Bom Bali I. Bom Bali II terjadi pada 2005 di Pantai Jimbaran Bali. Mirip dengan aksi teroris di Mumbai yang menargetkan orang-orang Amerika Serikat dan Inggris sebagai sasaran, aksi di Bali juga memilih sasaran orang-orang Barat, khususnya Amerika Serikat, dan Australia.

Meski sudah berlangsung enam tahun dan tiga tahun lalu, trauma masih membekas di benak masyarakat Bali akibat ledakan dahsyat bom Bali I dan II. Trauma tersebut mungkin baru mulai menghilang setelah trio bomber bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra dan Ali Gufron (Muklas) sudah menemui nasib akhir di depan regu tembak, Minggu (9/11) di Nusakambangan, Cilacap.

Trauma keganasan aksi teroris itu kembali mengusik masyarakat Pulau Dewata, menyusul aksi pemboman dan penembakan dan penyanderaan di Mumbai. Karena lima orang WNI juga menjadi korban penyanderaan, yang belakangan diketahui semuanya berasal dari Bali. Mereka adalah Nyi Kadek Edi Dharmayanti dan 4 temannya yang bekerja di sebuah spa di Hotel Oberoi. Mereka berangkat ke India pada Januari 2008 dan akan pulang akhir Desember 2008.
Namun kita patut bersyukur. Informasi terakhir yang diterima wartawan dari orangtua Darmayanti, Wayan Sadat, puterinya itu bersama empat temannya telah dibebaskan dalam keadaan selamat. Kabar menggembirakan itu disampaikan langsung oleh anaknya pada pukul 14.00 Wita, Jumat (28/11). Kini mereka tinggal di KBRI di India. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk dapat membantu pemulangan Nyi Kadek ke Bali dengan segera.
Apapun alasannya, siapapun kelompoknya, aksi terorisme tersebut patut dikutuk. Kita tidak habis pikir dan geram, bagaimana pun mungkin sekelompok teroris bersenjata lengkap itu tega-teganya memberondong orang-orang yang sedang dirawat di rumah sakit.

Aksi terorisme di Mumbai ini bisa menjadi warning bagi Indonesia, ternyata aksi-aksi terorisme yang terencana itu masih ada. Karena itu kita berharap aparat keamanan di Indonesia, baik itu pihak kepolisian maupun TNI, serta masyarakat untuk tetap mewaspadai tindakan-tindakan terorisme.
Dunia harus bersatu untuk melawan terorisme. Kerjasama lintas negara dibutuhkan untuk membasmi terorisme. Semoga tekad yang dicetuskan oleh 200 anggota parlemen dunia yang mengadakan pertemuan di Jakarta Kamis (27/11) lalu untuk memerangi bersama-sama aksi terorisme, khususnya di Asia tidak sekadar gertakan saja. Namun ada langkah-langkah konkret untuk memeranginya. (ahmad suroso)

Ribuan Pulau Terancam Hilang

SEDIKITNYA 2000 pulau kecil terancam hilang akibat produksi penambangan berlebihan dan kegiatan lain yang tidak ramah terhadap lingkungan laut dan daratan. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengingatkan hal itu usai memberikan pidato ilmiah di hadapan ratusan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (29/11).

Bukan kali ini saja Menteri Kelautan dan Perikanan, serta para pemerhati lingkungan memberikan warning terancamnya pulau-pulau kecil di Indonesia tenggelam atau hilang. Sebagai negara bahari, Indonesia telah menginventarisir sampai saat ini masih memiliki sebanyak 17.504 pulau besar dan kecil.

Tetapi jika tidak ada langkah konkret untuk menghentikan penambangan pasir besar-besaran maupun kegiatan lain yang merugikan, maka 2000 pulau terancam hilang menyusul 24 pulau kecil yang hilang lebih dulu termasuk delapan pulau yang berada di kawasan Kepulauan Seribu. Rata-rata pulau yang hilang itu adalah pulau tidak berpenghuni.

Masalahnya, menurut Freddy Numberi, mengapa sepertinya semua pada diam termasuk perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang jumlahnya ratusan tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan kegiatan yang bisa menghilangkan pulau-pulau kecil itu.

Bagi kita yang tinggal Provinsi Kepulauan Riau, statemen menteri kelautan tersebut patut direnungkan, mengingat provinsi ini memiliki ribuan pulau kecil. Apalagi menurut keterangan, 1.050 buah dari 2.400 total jumlah pulau di Provinsi Kepri tidak memiliki nama, sisanya sebanyak 1.350 pulau sudah mempunyai nama.

Seperti diketahui, ancaman hilangnya pulau-pulau kecil selain bisa disebabkan oleh aktifitas eksploitasi penambangan pasir darat dan laut juga bisa disebabkan oleh klaim negara jiran. Seperti kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang jatuh ke Malaysia.

Aktifitas penambangan pasir darat dan laut sudah lama marak terjadi di Kepri, khususnya di Bintan dan Karimun. Lahan digali menggunakan loader lalu diangkut menggunakan truk menuju tempat pencucian guna dipisahkan pasir dan tanah liat. Setelah itu, pasir tersebut diangkut menuju pelabuhan darurat (jeti) di tepi laut untuk dinaikkan ke tongkang dan selanjutnya diekspor ke Singapura.

Berdasarkan data Departemen Kelautan dan Perikanan, sebanyak 385 kuasa penambangan yang beroperasi di Provinsi Kepri. Sekitar 85 persen di antaranya melakukan penambangan pasir. Luas areal penambangan pasir di setiap lokasi sangat variatif, berkisar 15 hektar sampai 50 hektar.
Lebih memprihatinkan lagi, penambangan pasir nyaris menghilangkan sejumlah pulau di wilayah Kepri. Seperti Pulau Sebaik di Karimun seluas 80 hektare yang nyaris lenyap akibat penambangan pasir darat. Demikian pula beberapa pulau kecil di sekitarnya, kini sudah banyak yang tenggelam pada waktu air pasang akibat perbuatan yang sama.

Bahkan, selama tahun 1978-2002, sebanyak 10 pulau, termasuk Pulau Nipah, sempat hilang sebelum direklamasi lagi yang konon telah menghabiskan dana Rp 321 miliar dan dibutuhkan lagi Rp 124 miliar guna menuntaskan proyek tersebut. Pulau Nipah merupakan titik pangkal dalam penentuan batas negara RI-Singapura dan RI-Malaysia. Bermodalkan pasir asal Indonesia itu, dilakukan reklamasi pantai di Singapura dengan hasil signifikan. Luas wilayah negara tersebut bertambah 117,5 kilometer persegi.

Melihat ironi tersebut, masihkah kita tetap akan mengorbankan lingkungan demi menikmati dollar atau dengan dalih untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan risiko akan kehilangan pulau-pulaunya akibat aktivitas penambangan pasir. Semua berpulang pada kesadaran dan keseriusan kita.

Kita harus senantiasa menumbuhkan kesadaran bahwa pulau-pulau kecil seharusnya tak boleh ditambang atau dieksploitasi karena menyalahi daya dukung lingkungan. Sebelum pulau kecil dilakukan kegiatan pun seharusnya perlu dilihat beberapa indikator daya dukung lingkungan. Antara lain, potensi erosi, potensi air, sungai, sedimentasi, topografi, kualitas tanah, oceanogragi, kondisi daerah pesisir, tipe dan kondisi pantai. (ahmad suroso)

Dimuat di corner Tribun Batam, 01 Desember 2008

Kamis, 27 November 2008

Kosmetik Beracun

Wanita mana yang tidak ingin dirinya terlihat cantik. Segala cara dilakukan untuk dapat terlihat cantik. Salah satunya dengan memakai kosmetik. Tetapi Anda perlu waspada dan lebih teliti, sebab tidak semua kosmetik aman dipakai. Tidak sedikit yang mengandung racun berbahaya bagi kesehatan. Bukan hanya merusak kulit muka, tetapi bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada beberapa organ tubuh seperti otak ginjal, dan susunan syarat.
Seperti diungkapkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Pusat, Husniah Rubiana Thamrin Akib, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (26/11) saat mengumumkan daftar 27 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik seperti Merkuri, Asam Retinoat, zat warna Rhodamin (Merah K.10) dan merah K.3.
Dari 27 produk itu 11 produk impor dari Jepang dan Cina, 8 produk lokal dan sisanya 8 tak terdaftar secara resmi alias produk abal-abal yang diracik serampangan. Sebagian dari produk tersebut ternyata dipasarkan di Batam. Pantauan Tribun di pusat perbelanjaan kawasan Jodoh, Nagoya, dan Baloi, menemukan merek-merek yang kini dilarang BPOM.
Para penjual kosmetik di Batam kaget saat diberitahu puluhan merek kosmetik yang mengandung zat berbahaya tersebut. Sebab, banyak toko dan gerai kosmetik di mal-mal menjual produk-produk yang ada dalam daftar yang dirilis BPOM pusat. Antara lain Blossom Day Cream, Blossom Night Cream, Meei Yung Putih dan Kuning, Cream Vit E, Ibu Sari Cream, Doktor Kayama, serta New Rody Special Putih dan Kuning.
Merkuri termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Pemakaian Merkuri dapat menimbulkan akibat seperti perubahan warna kulit yang bisa menjadi bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin.
Penggunaan bahan retinoic acid atau asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, cacat pada janin (teratogenik). Bahan pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Merah K.3 adalah zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini tak lain adalah zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dan kerusakan hati.
Ironisnya, menurut pengakuan pedagang kosmetik di Batam, sampai sekarang belum ada pemberitahuan resmi 27 produk kosmetik tersebut. Sebagian kosmetik itu buatan Cina yang cukup laku keras di Batam. Sebab harganya lebih murah dibanding kosmetik produk lokal.
Karena itu, konsumen di Batam harus hati-hati. Kewaspadaan juga perlu dilakukan terhadap kosmetik produk rumahan alias produk ilegal yang tidak mencantumkan label produksi dan tak mengantongi izin edar dari BPOM. Sebab peredaran produk kosmetik abal-abal ini luas. Tak hanya toko kecil, deretan supermarket dan jaringan mal tak luput dari gerilya kosmetik palsu. Cirinya yang mudah harganya lebih murah dari produk yang ada mencantumkan izin edar dari BPOM.
Maraknya peredaran kosmetik yang mengandung racun berbahaya tersebut sebenarnya bukan barang baru. Menurut catatan Tribun, pertengahan tahun 2007 lalu Badan POM sudah pernah mengumumkan larangan peredaran 27 merek kosmetik. Namun kenyataannya, tidak mudah menertibkan peredaran kosmetik beracun dan kosmetik palsu di pasaran. Produk-produk tersebut masih diedarkan.
Meski mengancam kesehatan, tetap saja ada konsumen yang memburunya hanya karena ingin cantik dengan biaya murah dan instan. Agar jangan sampai menjadi korban, konsumen harus lebih hati-hati memilih produk kecantikan. Ketika membeli kosmetik, perhatikan kemasan, nomor registrasi, dan izin edarnya. Jika sama sekali tak tercantum, lebih baik Anda mencampakkannya, karena selain produk tersebut illegal, juga berbahaya. Bahkan nyawa pemakai bisa menjadi taruhannya. (ahmad suroso)

Tribun Corner, 28 November 2008

Meningkatkan Kualitas Guru

Tanggal 25 November menjadi tanggal yang selalu dikenang dan diperingati oleh para guru. Sebab pada tanggal itulah mereka memperingati Hari Guru. Moment ini agaknya menarik untuk melihat kembali sejauhmana kiprah guru didalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Satu hal yang pasti bahwa menghadapi perkembangan zaman yang serba canggih, tugas guru kini semakin berat. Mereka dituntut lebih profesional.

Tetapi bagaimana mau profesional bila guru dihadapkan pada memiliki beragam persoalan. Di antaranya, gaji rendah, kariernya sulit berkembang, serta merosotnya status sosial guru di tengah masyarakat. Secara jujur harus diakui, menjadi guru bukanlah prioritas utama sebagai profesi hidup. Bila dilakukan survey, bisa jadi profesi guru akan menempati urutan yang ke sekian.

Persoalan minimnya guru berkualitas itu berpangkal dari lemahnya pembinaan guru saat ini. Kelemahan itu menurut Prof pakar pendidikan, HAR Tilaar (2006), hanya bisa diatasi bila LPTK dan universitas eks IKIP direorganisasi dan restrukturisasi. Keduanya tidak ditunjang keilmuan ilmu pendidikan yang terbaru. Akibatnya, ketika para guru mengajar suasana yang terbangun di kelas cenderung pasif dan kaku.

Selama ini pengajaran di sekolah cenderung rutin dan belum mengarahkan siswa-siswa pada tindakan yang bersifat reflektif. Yakni pengajaran yang tidak sebatas kognitif, melainkan juga menyentuh penentuan sikap dan komitmen dalam melakukan tindakan. Jika pendidikan dimaknai rangkaian tindakan para guru, maka guru harus bisa menjadi teladan bagi siswanya, dan terutama tidak sekadar menjadi "tukang mengajar".

Berbicara kualitas pendidikan, tak ada salahnya kita tengok negara Finlandia yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia. Peringkat I dunia ini diperoleh berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.

Kuncinya terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia bisa dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima.

Tanpa bermaksud merendahkan, bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.

Beberapa hal yang menarik untuk dicermati di dalam sistem pengajaran mereka, antara lain, di Finlandia siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak, jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan.

Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, komando atau menjejali siswa dengan tugas-tugas. Karena terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha. Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar.

Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Selamat Hari Guru! (ahmad suroso)

Tribun Corner, 26 November 2008

Waspadai Penipuan CPNS

BELASAN pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Kota Tanjungpinang menjadi korban penipuan seorang pria bernama Selamat Nugroho. Namun aksi busuk calo calon tenaga kerja yang mengaku pegawai Badan Perencanaan Pemko (Bapeko) Tanjungpinang dan anggota Badan Pemenangan Pemilu sebuah parpol di Provinsi Kepri tercium oleh korbannya.

Setelah korban mengecek status tersangka ke kantor Bapeko Tanjungpinang Rabu (19/11) ternyata tidak ada nama tersangka, semua itu fiktif dan rekayasa belaka. Ketika tersangka ditemukan di hotel H Tanjungpinang dan dikonfirmasi status PNS tersebut, ia mengakui memang bukan PNS di Pemko Tanjungpinang. Korban yang berdomisili di Batam lalu melapor ke polisi, dan polisi pun bergerak cepat menangkap calo PNS tersebut Sabtu malam (22/11).

Modus penipuan yang dipakai tersangka dengan mendatangi para korban yang menurut informasi dari kepolisian Minggu kemarin jumlahnya total mencapai 30-an orang dan menjanjikan jadi PNS di Tanjungpinang. Syaratnya korban harus menyetorkan uang per orang Rp 6,5 juta ke rekening milik Selamat di Bank Mandiri Tanjungpinang. Total uang yang berhasil dikeruk dari para korban mencapai Rp 88,5 juta. Mereka ada yang sudah setor ke tersangka, dan sebagian belum sempat menyerahkan uang.

Peristiwa penipuan terhadap para CPNS tersebut patut menjadi perhatian kita bersama. Bukan hanya para calon pelamar CPNS tetapi juga masyarakat luas agar lebih waspada lagi. Apalagi saat ini Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kepri sedang membuka lowongan pekerjaan calon pegawai negeri secara serentak di seluruh instansi Pemprov dan Kabupaten/Kota se Kepri. Pengumuman penerimaan formasi lowongan pekerjaan tersebut sudah diumumkan di media cetak secara serentak, termasuk Tribun, 11 November 2008 lalu.

Di tengah-tengah meningkatnya jumlah angka pengangguran di tanah air, pengumuman pendaftaran CPNS tersebut disambut antusias oleh para pencari kerja. Ribuan pelamar pun berlomba mendaftarkan diri untuk bisa memperebutkan formasi CPNS se Provinsi Kepri yang tahun ini akan menerima total 1895 orang. Jumlah tersebut terinci: Pemerintah Provinsi Kepri akan menerima 223 orang, Pemko Batam 493 orang, Pemko Tanjungpinang 197 orang, Pemkab Bintan 277 orang, Pemkab Lingga 386 orang, Pemkab Karimun 376 orang, Pemkab Natuna 329 orang.

Masyarakat umum, khususnya para pelamar CPNS tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadi adanya penipuan atau bentuk tindakan negatif lainnya dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Baik yang terorganisir maupun perorangan yang sifatnya di dalam penerimaan CPNS Formasi tahun 2008 ini.

Modus penipuan tenaga kerja yang perlu kita waspadai bersama, antara lain: mengatasnamakan dirinya dengan sangat meyakinkan seolah sebagai utusan dari Dinas / Pejabat tertentu yang dapat memperjuangkan jabatan / menjadi CPNS dengan meminta imbalan uang baik secara langsung atau melalui transfer dengan nomor rekening bank tertentu. Pemalsuan Dokumen Negara / Pemalsuan SK CPNS, SK Guru Bantu, SK Mutasi dan sebagainya.
Bila mencurigai modus penipuan CPNS semacam itu, para pencari kerja agar lebih hati-hati, dan tidak mempercayainya. Segera melakukan tindakan cepat dengan berkoordinasi secara aktif dengan instansi / pejabat terkait / pihak kepolisian setempat untuk melakukan pengamanan / penangkapan / penahanan terhadap oknum yang patut dicurigai.

Persoalannya, meskipun sudah sering diingatkan jangan percaya calo atau orang yang mengaku bisa menjamin lolos seleksi, korban penipuan terus saja berjatuhan. Barangkali persaingan ketat dan keinginan kuat untuk menjadi pegawai negeri mayoritas masyarakat menjadikan seseorang tak rasional. Di sisi lain beberapa orang yang licik dan tidak punya nurani menggunakan kesempatan ini untuk menipu orang-orang yang ingin jadi PNS. Jadi, waspadalah. (ahmad suroso)

Tribun Corner, 24 November 2008

Selamatkan Kurs Rupiah

SETELAH sepekan berjuang melawan rumor dan gejolak, manajemen Bank Century akhirnya menyerah. Kronisnya penyakit bank ini membuat mereka pasrah. Mulai Jumat kemarin operasional bank swasta itu diambil alih Bank Indonesia melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pucuk pimpinan manajemen pun digantikan. Untuk menata manajemen serta likuiditas, Bank Century meniadakan operasional. Dijadwalkan baru Senin depan bank Century beroperasi lagi dibawah kendali LPS.
Menanggapi pengambilalihan ini pengamat perbankan dari UGM yang juga kepala Ekonom BNI, Tony A Prasetyantono mengingatkan, gejala likuidasi Bank Century tersebut sangat berbahaya sehingga harus diwaspadai pemerintah dan BI. Sebab jika tidak, kasus ini akan berimbas pada bank-bank lain. Dia mengusulkan antara lain mengusulkan pemerintah memberikan jaminan penuh pada uang nasabah di bank (blanket guarantee).

Cukup berbahaya, karena gejala likuidasi bank tersebut akan semakin menurunkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap rupiah. Apalagi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir ini semakin terpuruk. Bahkan di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (21/11) sore sudah melewati angka Rp12.500 per dolar AS. Ini merupakan pelemahan terburuk dalam 10 tahun terakhir, sejak September 1998, ketika krisis moneter membelit negeri.

Di sisi lain, bank-bank sekarang yang sedang mengalami krisis likuiditas mendorong bank-bank semakin hati-hati untuk meminjamkan dananya ke bank lain yang kesulitas likuiditas, seperti dialami Bank Century. Ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino ke bank-bank lainnya yang ujung-ujungnya akan membuat nasabah bank merasa tidak aman, sehingga akan memicu terjadinya rush.

Di sisi lain, anjloknya nilai rupiah membawa dampak yang serius terhadap perekonomian nasional, mengingat masih besarnya ketergantungan kita pada barang-barang impor. Kebutuhan dolar yang tinggi untuk membayar utang-utang korporasi besar dan BUMN yang jatuh tempo juga ikut mempengaruhi kurs rupiah.

Karena itu diperlukan langkah-langkah konkret dari pemerintah khususnya BI. Sejauh ini untuk menjaga likuiditas bank-bank yang kesulitan dana, BI memberikan dana talangan. Tetapi bila ini terus terjadi dikhawatirkan cadangan devisa yang dimiliki pemerintah saat ini bisa terkuras.

Untuk mengamankan kurs rupiah yang saat ini sangat mengkhawatirkan, pemerintah terus mencari cara untuk mengurangi pemakaian mata uang dolar AS di Indonesia. Selain akan mewajibkan penggunaan rupiah dalam tiap transaksi di Indonesia lewat SKB empat menteri, pemerintah juga bakal mewajibkan pembayaran gaji tenaga kerja asing dengan rupiah. Kita memberikan apresiasi terhadap rencana tersebut.

Tetapi ini belumlah cukup. Pemerintah harus segera mengambil tindakan darurat untuk menjaga kinerja rupiah yang lebih populer. Yakni desakan yang selama ini muncul mulai dari kalangan perbankan, Kadin, ekonom, hingga wakil rakyat agar dana nasabah di bank dijamin 100% yang perlu segera diwujudkan.

Pemberlakuaan blanket guarantee yaitu memberikan jaminan 100% dana nasabah di bank akan memberikan ketenangan dan kepercayaan yang penuh. Pemberlakuan sistem penjaminan secara penuh dana nasabah di perbankan ini diyakini mampu menarik kembali valuta asing yang ada di luar negeri, yang jumlahnya diperkirakan mencapai miliaran dolar Amerika Serikat.

Bila pemerintah terlambat menerapkan blanket guarantee, bukan mustahil yang terjadi adalah kian derasnya uang mengalir ke luar negeri. Apalagi, dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura, sudah menerapkan penjaminan penuh tersebut.

Dengan adanya jaminan 100% itu, orang merasa aman sehingga tetap mempertahankan uangnya di bank. Masyarakat sekarang sangat membutuhkan ketenangan dan kepastian dalam berusaha. Nilai tukar yang stabil, suku bunga wajar dan kepastian hukum, merupakan komponen yang sangat dibutuhkan untuk membangun perekonomian Indonesia yang kini melemah. (ahmad suroso)

Tribun Corner, 22 November 2008